Dubes RI dapat Penghargaan Visiting Professor dari Universitas Rusia

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 10 Sep 2018 11:16 WIB
indonesia-rusia
Dubes RI dapat Penghargaan Visiting Professor dari Universitas Rusia
Duta Besar RI untuk Rusia Wahid Supriyadi (tengah) terima penghargaan dari Tomsk State University. (Foto: Dok. KBRI Moskow).

Moskow: Duta Besar RI untuk Rusia M. Wahid Supriyadi dianugerahi gelar Visiting Professor of International Relation dari Universitas Penelitian Nasional Negara Bagian Tomsk (TSU). Anugerah ini diberikan atas kontribusi Dubes Wahid dalam pengembangan hubungan Indonesia-Rusia.

Wahid merupakan dubes asing pertama yang mendapat penghargaan tersebut. "Tomsk State University senang dan bangga melihat Duta Besar Wahid Supriyadi sebagai pengajar tamu," kata Presiden TSU Georgiy Mayer, dikutip dari pernyataan KBRI Moskow, Senin 10 September 2018.

Dubes Wahid kemudian memberikan kuliah umum usai diberikan penghargaan. Tema kuliah umum yang disampaikannya 'Indonesia-Russia: From Image Building to Practical Cooperation'.

Menurut Dubes Wahid, sebagian besar masyarakat dunia, termasuk Indonesia masih menganggap Rusia sebagai kelanjutan dari Uni Soviet yang komunis dan masyarakatnya tertutup. Wahid menambahkan, penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia beberapa bulan lalu mengubah persepsi banyak orang terhadap Rusia.

Sementara itu, imbuh Wahid, Indonesia kurang dikenal padahal merupakan negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Tidak sedikit masyarakat dunia, bahkan dari Rusia, lebih mengenal Bali dibanding Indonesia.

Untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Rusia, kata Wahid, dibuatlah Festival Indonesia. "Saya yakin Festival Indonesia dapat mempersempit jarak kesalahpahaman dan mispersepsi antara kedua bangsa yang besar ini. Hubungan antarmasyarakat merupakan kunci utama, sebagaimana peribahasa Indonesia, tak kenal maka tak sayang," tuturnya.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, Wakil Rektor Bagian Hubungan Internasional TSU, Artyom Rykun menanyakan bagaimana Indonesia dengan keanekaragaman yang luar biasa dan wilayah yang kepulauan dengan sekitar 17 ribu pulau dapat bertahan hingga sekarang. 

"Persoalan bahasa persatuan bahkan sudah diselesaikan oleh bangsa Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka, walaupun sekitar 40 persen orang Indonesia berbahasa Jawa," jawab Dubes Wahid.

TSU adalah salah satu universitas tertua Rusia yang didirikan tahun 1878 dan merupakan Universitas Imperial Siberia Pertama. Saat ini TSU merupakan salah satu Universitas terkemuka di Rusia dan masuk dalam peringkat ke-277 dunia menurut QS World University Rankings 2018.Sejumlah mahasiswa asing, termasuk dari Indonesia turut mengenyam pendidikan di universitas tersebut.


(WIL)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

52 minutes Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA