Spanyol Sebut Kerugian Krisis Catalonia Rp16 Triliun

Willy Haryono    •    Selasa, 02 Jan 2018 19:06 WIB
politik spanyolreferendum catalonia
Spanyol Sebut Kerugian Krisis Catalonia Rp16 Triliun
Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos. (Foto: AFP/RAIGO PAJULA)

Madrid: Menteri Ekonomi Spanyol mengklaim krisis akibat referendum kemerdekaan Catalonia merugikan negara hingga satu miliar euro atau setara Rp16,2 triliun. 

Luis de Guindos mengatakan krisis di Catalonia, wilayah yang berkontribusi terhadap seperlima GDP Spanyol, menghambat perekonomian di Spanyol yang merupakan keempat terbesar di zona Eropa.

"Catalonia biasanya berkembang lebih jauh dari sekarang, dan menjadikannya sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomia Spanyol," ujar De Guindos, seperti dilansir AFP, Senin 1 Januari 2018. 

"Namun di kuartal keempat, (Catalonia) telah menjadi beban bagi negara," lanjut dia. 

Spanyol terjerembab ke krisis politik terdalam dalam beberapa dekade terakhir, saat kubu separatis di Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan pada Oktober. Deklarasi dilakukan setelah dilakukannya referendum. 

Dipimpin Perdana Menteri Mariano Rajoy, Madrid menggunakan aturan dalam konstitusi negara yang dapat membekukan kekuasaan otonomi Catalonia, memecat pemerintahan dan parlemen regionalnya. 

Baca: Referendum Catalonia dan Ancaman Efek Domino di Eropa

Presiden Regional Catalonia Carles Puigdemont mengasingkan diri ke Brussels, Belgia, usai pengadilan Spanyol memerintahkan penangkapannya. Sejumlah rekan Puigdemont yang sama-sama ada di kubu separatis dijebloskan ke penjara.

Madrid telah menyerukan digelarnya pemilihan umum regional untuk menghadirkan pemerintah baru Catalonia yang tetap bersatu dengan Spanyol.

Namun pemilu pada 21 Desember itu berakhir dengan kemenangan kubu separatis, yang meraih mayoritas kursi di parlemen Catalonia. Isu Catalonia dipastikan berlanjut sepanjang tahun ini.

Lebih dari 3.100 perusahaan telah memindahkan kantor mereka dari Catalonia, termasuk beberapa bank besar.

Penarikan banyak perusahaan itu dianggap De Guindos sebagai imbas dari "ketidakpastian yang diciptakan pemerintah regional Catalonia sebelumnya."

 


(WIL)