Swedia Kecam Penahanan 'Brutal' Tiongkok terhadap Penjual Buku

Arpan Rahman    •    Selasa, 06 Feb 2018 16:13 WIB
swediationgkok
Swedia Kecam Penahanan 'Brutal' Tiongkok terhadap Penjual Buku
Polisi berjalan melewati foto dari Gui Minhai di Hong Kong, 3 Januari 2016. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Stockholm: Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengecam penahanan "brutal" Tiongkok terhadap seorang penjual buku asal Hong Kong. Lewat gaya tabloid, penulis buku itu membuat Beijing kesal karena menuliskan sejumlah artikel mengenai Partai Komunis Tiongkok.

Seorang warga Swedia kelahiran Tiongkok, Gui Minhai ditangkap agen intelijen Tiongkok berpakaian sipil pada 20 Januari. Saat itu, Gui berada di sebuah kereta api menuju ke Beijing bersama dua diplomat Swedia. 

Para pendukungnya mengatakan Gui telah pergi ke Beijing untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Gui sebelumnya pernah ditahan selama dua tahun di Tiongkok timur terkait hasil karyanya. 

"Penahanan secara terus-menerus terhadap warga Swedia Gui Minhai di Tiongkok adalah masalah yang sangat serius," ujar Wallstrom, seperti dikutip Guardian, Selasa 6 Februari 2018.

Wallstrom menilai tindakan Tiongkok terhadap Gui dan kedua diplomat sebagai intervensi brutal. "Tindakan Tiongkok bertentangan dengan peraturan internasional dasar mengenai dukungan konsuler," tegas dia.

"Kami menuntut agar warga negara diberi kesempatan bertemu staf diplomatik dan medis Swedia, dan dia dibebaskan sehingga dapat dipertemukan kembali dengan anak perempuan dan keluarganya," lanjut Wallstrom.

Pernyataan Wallstrom menandai eskalasi ketegangan antara Swedia dengan Tiongkok mengenai kasus ini sejak Gui pertama kali "menghilang" pada Oktober 2015.

Pada Minggu 4 Februari, anak perempuan Gui, Angela Gui, mengatakan kepada Guardian bahwa keberadaan ayahnya saat ini masih misterius.



(WIL)