Erdogan Desak Riyadh Hadirkan Bukti CCTV Khashoggi

Willy Haryono    •    Selasa, 09 Oct 2018 13:17 WIB
arab sauditurki
Erdogan Desak Riyadh Hadirkan Bukti CCTV Khashoggi
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Budapest, Hongaria, 8 Oktober 2018. (Foto: AFP/ATTILA KISBENEDEK)

Budapest: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Arab Saudi membuktikan klaim mereka bahwa jurnalis Jamal Khashoggi memang telah meninggalkan gedung konsulat di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Sejauh ini, Turki masih meyakini Khashoggi telah dibunuh Arab Saudi di gedung konsulat.

Pernyataan disampaikan Erdogan usai sejumlah media lokal menyebut Turki berusaha mendapatkan izin untuk menggeledah Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Khashoggi, seorang kontributor untuk surat kabar Washington Post, menghilang pekan lalu saat memasuki gedung konsulat untuk mendapatkan sertifikat perceraian agar dirinya bisa menikah dengan tunangannya.

"Pihak konsulat tidak bisa beralasan dia sudah meninggalkan gedung. Bukankah mereka punya kamera?" ucap Erdogan dalam sebuah konferensi pers di Budapest, seperti disitat dari kantor berita AFP, Senin 8 Oktober 2018.

"Jika dia memang sudah pergi, maka Arab Saudi harus membuktikannya dengan rekaman (CCTV)," lanjut dia.


Infografik hilangnya Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Akhir pekan kemarin, Kepolisian Turki mengatakan sekitar 15 warga Arab Saudi, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dalam dua penerbangan. Mereka semua ada di konsulat saat Khashoggi datang.

Seorang sumber dari pemerintah Turki menginformasikan AFP bahwa polisi meyakini jurnalis itu "telah dibunuh sebuah tim yang khusus dikirim ke Istanbul dan pergi di hari yang sama."

Riyadh berkukuh membantah telah membunuh Khashoggi. Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bahkan mempersilakan Turki untuk menggeledah konsulat di Istanbul.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mendorong "Arab Saudi untuk mendukung investigasi menyeluruh atas hilangnya Khashoggi dan transparan mengenai hasilnya."

Baca: AS Minta Arab Saudi Transparan soal Hilangnya Khashoggi


(WIL)