Pendiri WikiLeaks Cemas Ekuador Cabut Suaka

Arpan Rahman    •    Selasa, 30 Oct 2018 17:16 WIB
wikileaks
Pendiri WikiLeaks Cemas Ekuador Cabut Suaka
Pendiri WikiLeaks khawatir suakanya dicabut. (Foto: AFP).

London: Julian Assange, yang bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London sejak 2012, mengaku Ekuador berupaya mengakhiri suakanya dan menyerahkan dirinya ke Amerika Serikat. Assange membuat klaim dari Kedubes di London melalui telekonferensi.
 
Kantor pers Kedubes Ekuador menolak berkomentar ketika dihubungi oleh Daily Express. Bocoran keluar setelah pendiri Wikileaks, yang telah mengundurkan diri sebagai editor situs web itu, menuduh Ekuador menempatkannya di 'kurungan isolasi' dan awal bulan ini mengancam untuk membawa pemerintah negara Amerika Latin ke pengadilan karena melanggar 'hak dan kebebasan asasinya'.
 
Pria yang merilis dokumen rahasia militer AS tentang perang di Irak dan Afghanistan tinggal di Kedubes Ekuador di London sejak ia diberi perlindungan pada 2012.
 
Namun ketegangan meningkat setelah akses telepon dan internet jurnalis kelahiran Australia itu disita pada Maret. Dan terkini, seorang hakim Ekuador menolak gugatan Assange atas kondisi suakanya.
 
Dia juga dilarang menerima tamu di samping tim pengacaranya, sebuah langkah yang secara efektif memutusnya dari dunia.
 
WikiLeaks melaporkan, pemerintah Ekuador menolak kunjungan oleh penasihat hukum Human Rights Watch, Dinah PoKempner, yang menyamakan isolasi Ekuador dengan "kurungan pengasingan", dan tidak mengizinkan pertemuan dengan para pengacaranya.
 
"Tindakan Ekuador terhadap Julian Assange telah banyak dikecam oleh komunitas hak asasi manusia," bunyi sebuah pernyataan, seperti disitir dari Daily Express, Selasa 30 Oktober 2018.
 
Suaka pendiri Wikileaks di Kedubes Ekuador itu dipertanyakan awal tahun ini setelah Presiden Lenin Moreno mengatakan, Assange akhirnya harus meninggalkan kedutaan London.
 
Seorang sumber mengatakan: “Situasinya sangat serius. Segalanya menjadi seperti kepala. "
Namun baik pemerintah Ekuador maupun Inggris sebelumnya menepis kemungkinan pengusiran Assange.


(FJR)