Hampir 1.400 Orang Ditangkap dalam Demo BBM Prancis

Willy Haryono    •    Minggu, 09 Dec 2018 12:06 WIB
prancisEmmanuel Macron
Hampir 1.400 Orang Ditangkap dalam Demo BBM Prancis
Ribuan demonstran memenuhi jalanan kota Paris dan bentrok dengan aparat keamanan, Sabtu 8 Desember 2018. (Foto: AFP / Lucas BARIOULET)

Paris: Lebih dari 1.000 orang ditangkap di seantero Prancis dalam kelanjutan unjuk rasa menentang penaikan pajak bahan bakar minyak, Sabtu 8 Desember 2018. Ini merupakan demonstrasi pekan keempat di Prancis sejak pertama kali meletus pada pertengahan November.

Menurut data pemerintah Prancis, seperti disitat dari media DW, sekitar 125 ribu orang berunjuk rasa di seantero negeri, dengan 10 ribu dari mereka berkumpul di Paris. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan beberapa kelompok pedemo di ibu kota.

Bertindak anarkis, sejumlah pengunjuk rasa di Paris membakar ban dan memecahkan jendela pertokoan. Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner menyebut total 1.385 orang ditangkap dalam bentrokan.

Penambahan signifikan personel kepolisian diklaim pemerintah berhasil mencegah meningkatnya aksi kekerasan. Pekan kemarin, lebih dari 280 aparat keamanan terluka diserang demonstran.

Dalam bentrok kali ini, hanya 17 polisi dan sekitar 100 pedemo yang terluka dalam bentrok. Unjuk rasa tetap bergulir meski pemerintahan Presiden Emmanuel Macron memutuskan menunda menaikkan pajak BBM.

Baca: Protes Harga BBM Tinggi di Prancis, Pedemo Incar SPBU

Demonstran memperluas keluhan mereka, termasuk mengenai tingginya harga kebutuhan hidup serta reformasi ekonomi ala Macron yang dinilai hanya menguntungkan dunia bisnis, bukan masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah Macron menilai kubu saya kanan dan anti-kapitalis mencoba menyusup dalam gerakan ini untuk memicu kekacauan. Berbicara usai bentrokan berakhir, Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengajak masyarakat untuk bersama-sama "merajut kembali kesatuan nasional." 

Philippe menegaskan pemerintah akan menanggapi serius keluhan seluruh demonstran pekan depan.

Aksi unjuk rasa di Prancis meluas hingga ke Belgia dan Belanda, meski skalanya tidak terlalu besar. Di Brussels, polisi menangkap sekitar 400 orang yang berunjuk rasa di berbagai ruas jalan ibu kota. Sementara di Belanda, aksi berjalan damai tanpa ada aksi kekerasan.


(WIL)