Putin dan Erdogan Akan Diskusikan Zona Keamanan Suriah

Arpan Rahman    •    Rabu, 23 Jan 2019 16:03 WIB
krisis suriahturkirusia
Putin dan Erdogan Akan Diskusikan Zona Keamanan Suriah
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, 19 November 2018. (Foto: AFP/Sputnik/RAMIL SITDIKOV)

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala negara Turki Recep Tayyip Erdogan akan berdiskusi di Moskow, Rabu 23 Januari 2019, untuk membicarakan masalah Suriah. Ankara menyebut fokus dari diskusi adalah "zona keamanan" di Suriah utara.

Kedua pemimpin berseberangan dalam konflik di Suriah. Rusia mendukung pemerintah Suriah, sementara Turki berada di belakang beberapa grup pemberontak yang memerangi Presiden Bashar al-Assad.

Terlepas dari perbedaan kubu, Rusia dan Turki bekerja bersama untuk mencari solusi politik dari konflik di Suriah yang sudah berlangsung selama lebih kurang tujuh tahun. 

Seperti disitat dari laman AFP, kedua negara sepakat mengkoordinasikan operasi darat masing-masing pasukan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hendak menarik semua pasukannya dari Suriah.

Dalam sebuah pidato pada 21 Januari, Erdogan mengaku akan berdiskusi dengan Putin untuk menciptakan "zona keamanan" di Suriah utara. Zona tersebut merupakan salah satu usulan dari Trump usai semua pasukan AS ditarik nantinya.

Pasukan Kurdi, yang selama ini menjadi ujung tombak koalisi AS dalam melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah, menolak wacana zona keamanan. Kurdi khawatir zona keamanan hanya akan membuat Turki melancarkan serangan terhadap mereka.

Selama ini, Turki menganggap beberapa elemen pasukan Kurdi terafiliasi Partai Pekerja Kurdi (PKK), yang dianggap Ankara sebagai kelompok teroris.

Moskow, pendukung setia Assad, kemungkinan akan menolak rencana zona aman. Pekan kemarin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan wilayah utara Suriah seharusnya dikendalikan oleh pemerintah Assad.

Baca: Kurdi Suriah Tolak Rencana 'Zona Keamanan' dari Turki



(WIL)