Tak Diberi Status Penuh, Ribuan Pengungsi Gugat Pemerintah Jerman

Sonya Michaella    •    Rabu, 19 Oct 2016 09:44 WIB
imigran
Tak Diberi Status Penuh, Ribuan Pengungsi Gugat Pemerintah Jerman
Para pengungsi di Jerman yang menuntut status penuh (Foto: Independent)+

Metrotvnews.com, Berlin: Lebih dari 17.000 pengungsi menggugat pemerintah Jerman karena tak segera memberi mereka status pengungsi penuh, sementara sebagian dari mereka sudah memperolehnya.

Sejak beberapa serangan yang dilakukan pengungsi atau pencari suaka di Jerman, Kantor Federal untuk Pengungsi dan Migrasi Jerman memperketat pemberian status pengungsi penuh.

Seperti dilansir Independent, Rabu (19/10/2016), meskipun para pengungsi ini aman dari deportasi, namun mereka merasa ada kelemahan jika tak diberi status oleh pemerintah Jerman.

"Kami masih melakukan proses, sebab banyak dari mereka yang tak memenuhi kriteria sebagai pengungsi di bahwa konvensi PBB," kata seorang juru bicara BAMF.


Kanselir Jerman, Angela Merkel/AFP

Sikap BAMF ini adalah strategi yang memang sengaja dilakukan untuk meminimalisir serangan teror di Jerman.

Mayoritas pengungsi di Jerman berasal dari daerah konflik, seperti Suriah. Sementara, kebijakan dari Kanselir Jerman Angela Merkel yang menerima lebih dari satu juta pengungsi pun dikritik.

Pasalnya, kebijakannya tersebut melakukan klaim dan proses sangat cepat dengan menawarkan perlindungan secara masal kepada para pengungsi.

Namun, sejak banyaknya serangan teror di Jerman yang beberapa dilakukan oleh pengungsi, mereka harus mengajukan permohonan suaka individual, yang prosesnya memakan waktu cukup panjang dan hanya 60 persen yang diterima.

Meskipun BAMF melakukan serangkaian proses yang cukup rumit bagi pengungsi, Merkel menegaskan dirinya tak akan mengubah kebijakan migrannya tersebut.

"Saya belum mengubahnya (kebijakan migran). Saya lihat ada perubahan selama bekerja secara kompeherensif bertahun-tahun," ucap Merkel.

 


(FJR)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

2 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA