Perwira Militer Turki Minta Suaka Melalui NATO

Arpan Rahman    •    Sabtu, 19 Nov 2016 15:53 WIB
kudeta turki
Perwira Militer Turki Minta Suaka Melalui NATO
Militer Turki saat terjadi kudeta 15 Juli lalu (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Brussels: Sejumlah perwira militer Turki yang bertugas untuk NATO di Eropa meminta suaka sejak upaya kudeta di Turki pada Juli. 
 
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menekankan bahwa Turki tetap menjadi sekutu penting NATO dan ia mengutuk kudeta 15 Juli. Tetapi, katanya, Ankara juga harus menghormati aturan hukum bila hendak menyingkirkan terduga komplotan kudeta dari angkatan bersenjatanya.
 
 
Sumber militer Turki mengatakan kepada Hurriyet Daily News bahwa 38-40 tentara Turki yang bekerja di pangkalan NATO mengajukan permohonan suaka di Jerman.
 
Jajaran tentara yang mencari suaka bervariasi dari yang berpangkat bintara hingga kolonel, kata berbagai sumber.
 
"Para perwira Turki bertugas dalam struktur komando NATO, beberapa dari mereka telah meminta suaka di negara-negara di mana mereka bekerja," kata Stoltenberg seperti dilansir Hurriyet Daily News, Jumat (18/11/2016). 
 
"Seperti biasa, ini adalah masalah yang akan dinilai dan diputuskan oleh sekutu NATO yang berbeda sebagai sebuah isu nasional," tuturnya.
 
Setidaknya dua pejabat militer Turki, yang masih bertugas di NATO sampai mereka dipecat oleh Ankara pada September silam, mencari suaka di Belgia, di mana aliansi ini berkantor pusat. Yang lain sudah minta suaka di Jerman, di mana NATO memiliki pangkalan udara.
 
 
Seorang pejabat senior Turki mengatakan, bulan lalu, bahwa Turki telah menarik beberapa tentara dan diplomatnya setelah upaya kudeta. Beberapa dari mereka menolak pulang.
 
Lebih dari 400 staf militer dan diplomat telah dipanggil kembali ke Ankara, menurut dokumen yang dilihat Reuters, tetapi ada beberapa yang memilih untuk tidak kembali. Mereka mengatakan rekan-rekan mereka telah dipenjarakan tanpa pengadilan dan hampir tidak ada kontak dengan pengacara atau keluarga mereka.
 
Rekan-rekan mereka yang sudah dipanggil pulang dan diduga lalu ditangkap sebab dituduh menjadi bagian dari faksi militer yang menduduki berbagai jembatan dan jalanan, menyerang parlemen Turki pada 15 Juli. Mereka menyangkal berbuat kesalahan.
 
Masalah ini sangat sensitif, baik bagi Turki maupun pihak Barat. Ankara diandalkan dalam perang melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) asal Irak dan mencegah para pendatang secara massal masuk dari wilayahnya yang menghadap ke benua Eropa.
 
Stoltenberg akan melakukan perjalanan ke Istanbul, pada Minggu 20 November, untuk bertemu anggota parlemen dari seluruh aliansi. Sekaligus bergabung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan menteri-menteri senior pemerintah dalam sidang parlemen tahunan NATO.
 


 
(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA