Pascabrexit, Inggris Buka Peluang Dagang dengan Indonesia

Sonya Michaella    •    Jumat, 14 Oct 2016 15:54 WIB
indonesia-inggris
Pascabrexit, Inggris Buka Peluang Dagang dengan Indonesia
Menteri Inggris untuk Asia Alok Sharma (kiri) di Gedung BPPT, Jakarta, 11 Oktober 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Inggris menjadi bahasan dalam pertemuan antara Menteri Inggris untuk Asia, Alok Sharma dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir.
 
"Kerja sama ekonomi yang dibahas, terutama setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. Ia ingin tahu bagaimana Indonesia bisa berkontribusi dengan Inggris pascabrexit," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (14/10/2016).
 
Ia menambahkan isu-isu lainnya yang dibahas adalah investasi dan perdagangan jadi fokus pula dalam pertemuan Menteri Sharma dan Wamenlu Fachir. (Baca: Menteri Inggris akan Bahas Kerja Sama Dagang bersama Wamenlu RI).
 
Dalam kunjungannya, Menteri Sharma juga mengungkapkan bahwa nilai perdagangan Indonesia dengan Inggris meningkatkan hampir lima persen.
 
"Asia Tenggara adalah wilayah kunci bagi Inggris. Kita adalah partner dengan hubungan ekonomi, dagang dan bekerja erat dalam perdamaian dan juga keamanan kawasan," ujar Menteri Sharma.
 
Ia pun sempat menyinggung dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang berarti Inggris siap membuka hubungan dagang lebih besar lagi.
 
"Inggris siap menjadi pemimpin global di perdagangan dan juga siap untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Indonesia," lanjutnya lagi.
 
Selain itu, Indonesia dan Inggris sepakat meningkatkan kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, terutama dalam pendanaan pelatihan insentif.
 
Perjanjian mendukung kolaborasi antara Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dengan UK Royal Academy of Engineering yang akan menyediakan dana pelatihan insentif bagi technopreneurs Indonesia.
 
Perjanjian ditandatangani Menteri Sharma dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, dan disaksikan Menristekdikti Muhamad Nasir serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik pada 11 Oktober lalu.



(FJR)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA