Putin Akui Pernah Perintahkan Penembakan Pesawat Sipil

Fajar Nugraha    •    Senin, 12 Mar 2018 20:11 WIB
vladimir putinpemilu rusia 2018
Putin Akui Pernah Perintahkan Penembakan Pesawat Sipil
Presiden Rusia Vladimir Putin akui pernah perintahkan penembakan sebuah pesawat (Foto: AFP).

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menuturkan pengakuan mengejutkan. Dia mengaku memberikan perintah penembakan terhadap sebuah pesawat penumpang.
 
Menurut Putin, pesawat itu diduga akan digunakan dalam serangan teror di Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014. Keterangan ini disampaikannya melalui sebuah film dokumenter terbaru.
 
Diketahui pesawat itu dalam perjalanan dari Ukraina dengan tujuan Turki. Namun muncul laporan bahwa pesawat tersebut dibajak dan tengah diarahkan ke Sochi, di mana upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2014 tengah berlangsung.
 
Putin mengatakan bahwa dia memberikan izin untuk menembak jatuh pesawat tersebut. Dilaporkan pesawat diisi oleh 110 penumpang di dalamnya. Mengenai penembakan, pihak keamanan mengatakan ini adalah prosedur yang harus diambil dalam situasi tersebut.
 
Beberapa saat kemudian melalui perkembangan terakhir, muncul kepastian bahwa laporan pesawat telah dibajak adalah palsu. Karena itu, pesawat pun batal untuk ditembak jatuh.
 
Ketika pewawancara, Andrei Kondrashov bertanya kepada Putin mengenai perintah itu, Presiden Rusia itu berkata: "Saya lebih suka tidak membicarakannya".
 
Film dokumenter berdurasi dua jam itu dirilis secara online pada Minggu 11 Maret. Jelang pemilu Presiden Rusia, dokumenter ini ditujukkan untuk memperlihatkan citra yang positif mengenai Putin.
 
"Semuanya baik-baik saja," Putin yang tak tergoyahkan kepada ketua Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach setelah kejadian tersebut, menurut film tersebut, seperti dikutip dari Sky News, Senin 12 Maret 2018.
 
Dokumenter ini dianggap sesuai dengan slogan Putin dalam kampanye: "A strong president -- a strong Russia" atau dalam bahasa Indonesia berati "Presiden yang kuat - seorang Rusia yang kuat".
 
Film dokumenter ini diproduksi dan dipresentasikan oleh Kondrashov, yang merupakan juru bicara untuk kampanye Putin. Ini juga menampilkan wawancara dengan sejumlah sekutu pemimpin Rusia termasuk mantan kanselir Jerman Gerhard Schroeder.
 
 



(FJR)


Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

Strategi AS Tandingi Tiongkok di Afrika

13 minutes Ago

Amerika Serikat mengumumkan strategi baru untuk Afrika, benua yang belakangan banyak dirangkul…

BERITA LAINNYA