Bendera Diturunkan di Kantor Konsulat, Rusia Protes ke AS

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 12 Oct 2017 19:35 WIB
as-rusia
Bendera Diturunkan di Kantor Konsulat, Rusia Protes ke AS
Bendera Rusia dan Amerika Serikat (AS) berdampingan di sebuah gedung perwakilan diplomatik di Moskow (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, San Francisco: Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan nota protes usai pihak berwenang Amerika Serikat (AS) dilaporkan menurunkan beberapa bendera Rusia di San Fracisco.
 
Moskow menyebut langkah ini sebagai tanggapan ditangkapnya dua diplomat AS di Rusia, setelah sebelumnya Negeri Paman Sam pernah mengusir puluhan diplomat Rusia pada Desember 2016 karena tuduhan campur tangan saat pemilihan presiden.
 
Dikutip dari The Moscow Times, Kamis 12 Oktober 2017, Rusia mengatakan bendera mereka dicuri oleh otoritas San Francisco.
 
"Kami anggap langkah ini sebagai aksi tak ramah. Kami menuntut segera dikembalikannya simbol negara kami ke tempat mereka dan mencegah insiden semacam itu terjadi lagi ke depannya," demikian isi nota protes tersebut.
 
Dalam wawancara di televisi pemerintah, Duta Besar Rusia untuk AS yang baru, Anatolu Antonov menyebut penurunan bendera secara paksa mengganggu hubungan diplomatik keduanya.
 
"Kami menuntut segera dihentikan perampasan properti kami secara sistematis dengan tindakan kasar di AS," serunya.
 
Sementara itu, kantor berita TASS melaporkan bahwa ada seorang pejabat Kemenlu yang mengatakan bendera itu dipindahkan.
 
Pejabat Kementerian Luar Negeri AS menggeledah konsulat Rusia di San Francisco awal bulan ini usai staf diplomat Rusia dipaksa mengosongkan properti tersebut atas perintah Washington.
 
Sejak saat itu, AS memegang urusan administrasi dari gedung itu. AS sendiri memiliki penjelasan berbeda mengenai bendera itu.
 
"Bendera di bekas kantor konsulat Rusia di San Francisco diturunkan secara hormat dan diamankan di dalam gedung," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri AS.
 
Insiden ini terjadi di tengah krisis diplomatik kedua negara yang sebenarnya dimulai sejak akhir tahun lalu, menjelang akhir masa jabatan Barack Obama.
 
Saat itu, Obama menjatuhkan serangkaian sanksi berupa penutupan kantor perwakilan Rusia dan mengusir 35 diplomat Kremlin yang dituding menjadi mata-mata.



(FJR)