Trump Dianggap Lakukan Tindakan yang Provokasi Korut

Sonya Michaella    •    Jumat, 19 May 2017 15:30 WIB
korea utara
Trump Dianggap Lakukan Tindakan yang Provokasi Korut
Profesor bidang Hubungan Internasional dari Moscow State Institute Oleg Barabanov (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Rusia mengimbau dunia internasional untuk tidak terus-terusan memprovokasi Korea Utara (Korut). Pasalnya, hal itu akan semakin membuat Korut tidak akan menghentikan program misil balistiknya.
 
"Jika kita lihat rezim Kim Jong-un, lebih baik untuk dunia internasional untuk tidak terus menerus memprovokasi Korut," kata Oleg Barabanov, seorang profesor bidang Hubungan Internasional dari Moscow State Institute, pada Jakarta Geopolitical Forum di Hotel Borobudur, Jumat 19 Mei 2017. 
 
Ia juga menegaskan, apa yang dilakukan Amerika Serikat akhir-akhir ini adalah sebuah tindakan yang cukup provokatif untuk Negara Komunis tersebut.
 
"Apa yang dilakukan Presiden Donald Trump untuk melawan Korut, melepaskan rudal dan sebagainya, itu merupakan sebuah tindakan provokatif," lanjut dia. 
 
Barabanov juga mengatakan, Rusia selalu mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan sanksi-sanksi yang diberikan untuk Pyongyang.
 
Uji coba peluncuran misil balistik Korut yang terakhir yaitu Minggu 14 Mei kemarin disebut-sebut mencapai sampai batas Rusia. Namun, tak ada komentar terkait ini dari Negara Beruang Merah itu.
 
"Memang, peluncuran tersebut hanya beberapa kilometer dari tambang batu bara Rusia. Jelas ini sangat berbahaya," ungkap dia.
 
Kemudian, Barabanov menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin sudah menyatakan bahwa Rusia tidak tertarik mentransfer Korut sebagai negara nuklir berskala penuh.
 
Jangan Intimidasi Korut
 
Presiden Vladimir Putin menganggap uji coba misil balistik yang dilakukan Korut cukup berbahaya. Namun, ia memperingatkan dunia internasional untuk berhenti mengintimidasi Korut.
 
Pada Selasa 16 Mei, Putin menyebutkan bahwa Rusia menganggap, uji coba misil Korut terbaru sangat berbahaya. Pasalnya, uji coba misil balistik Korut yang diluncurkan pada Minggu 14 Mei kemarin tersebut mendekat ke perairan Rusia. Misil balistik ini diluncurkan dari pangkalan militer Kusong, sebelah barat laut Korut.

(Baca: Presiden Rusia Imbau Dunia Berhenti Intimidasi Korut).
 
Sementara itu, sebagai sekutu utama Korut, Tiongkok bersama Dewan Keamanan PBB juga mengecam peluncuran terbaru misil balistik Negara Komunis tersebut.
 
KCNA melaporkan, misil balistik yang diluncurkan oleh rezim Kim Jong-un ini adalah jenis terbaru, yaitu roket balistik dengan jarak menengah hingga jauh, Hwasong-12.
 
Uji coba tersebut bertujuan untuk memverifikasi spesifikasi taktis dan teknologi dari misil balistik terbaru yang tengah dikembangkan dan mampu membawa hulu ledak misil berukuran besar.
 
Misil balistik tersebut terbang sekitar 787 kilometer dan mencapat ketinggian 2.211 kilometer. Namun, misil tersebut diluncurkan pada tingkat yang paling tinggi sehingga tak mempengaruhi keamanan negara-negara tetangga.

(FJR)