Tak Kunjung jadi Anggota, Erdogan Ancam Uni Eropa

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Jul 2017 08:52 WIB
politik turkiuni eropa
Tak Kunjung jadi Anggota, Erdogan Ancam Uni Eropa
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Istana Kepresidenan Turki)

Metrotvnews.com, Ankara: Pidato Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam peringatan satu tahun gagalnya kudeta, dibuka dengan ancaman terhadap Uni Eropa.

Dalam pidatonya, Erdogan menyatakan dirinya "tak ragu" untuk menyetujui penerapan hukuman mati jika parlemen memutuskan untuk memberlakukannya kembali.

Peraturan tersebut secara otomatis akan menjegal Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa yang sangat keras melarang hukum tersebut.

"Kita tidak bisa terus-menerus mengikuti kemauan blok itu. Hukuman mati bisa diberlakukan lagi di sini (Turki). Saya tidak ragu," tegas Erdogan, seperti dikutip Reuters, Senin 17 Juli 2017.

Erdogan juga menuding Uni Eropa "mempermainkan" keinginan Truki untuk bergabung dengan blok yang bermarkas di Brussels itu. 

"Sikap Uni Eropa jelas terlihat. 54 tahun telah berlalu dan mereka masih bermain-main dengan kita," kata Erdogan.

Tak hanya itu, ia juga menganggap Uni Eropa tak serius dalam menepati janji terkait kesepakatan visa untuk membantu pengungsi dari Suriah.

"Kita akan menyelesaikan permasalahan kita dengan cara kita sendiri," ucap dia kemudian.

Hubungan Turki sendiri dengan Uni Eropa dinilai renggang karena Turki yang merasa ditolak untuk menjadi anggota Uni Eropa.

Sementara, sejumlah negara anggota Uni Eropa merasa Turki belum memenuhi syarat untuk masuk ke dalam blok itu. 





(WIL)