RI-Norwegia Sepakati Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik dan Dinas

   •    Selasa, 13 Jun 2017 09:24 WIB
indonesia-norwegia
RI-Norwegia Sepakati Bebas Visa untuk Paspor Diplomatik dan Dinas
Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu Norwegia menandatangani kerja sama bebas visa di Oslo, 12 Juni 2017. (Foto: Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, Oslo: Penandatanganan kerja sama bebas visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas antara Indonesia-Norwegia merupakan suatu langkah baru dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara. 

Demikian disampaikan oleh Menlu RI Retno Marsudi dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) untuk Kerja sama Bilateral RI-Norwegia ke-3 yang dilaksanakan di Oslo, Norwegia pada tanggal 12 Juni 2017.
 
Perundingan bebas visa ini sudah mulai dibahas sejak dua tahun terakhir.
 
Pertemuan SKB juga digunakan dua Menlu untuk memperkuat kerja sama di beberapa prioritas kerjasama, antara lain di bidang perubahan iklim/kehutanan, perikanan dan kelautan, energi dan dialog hak asasi manusia.
 
Selain itu, Norwegia juga menyampaikan komitmennya mendukung South-South Centre di Jakarta guna mengembangkan kerja sama di antara negara berkembang.

Kedua Menlu juga sepakat mendorong agar perundingan Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership (CEPA) dapat diselesaikan pada akhir 2017.
 
Kerja sama dua negara di bidang perubahan iklim/kehutanan diperkuat kerja sama dalam konteks REDD+ (Reduction of Emission from Deforestation and Forest Degradation).

Pada 2016, pemerintah Norwegia telah menyampaikan dukungan dan kontribusi untuk pemulihan lahan gambut Indonesia serta implementasi fase ke-2 kerja sama REDD+ RI-Norwegia, dengan total nilai hibah sebesar USD 1 miliar.
  
Ocean Conference 2018

Di bidang kerja sama kelautan, Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan Norwegia terhadap upaya Indonesia memerangi IUU Fishing serta upaya memasukan IUU Fishing sebagai bentuk transnational organised crime. Kedua negara juga sedang membahas upaya memasukkan coastal marine ecosystem dalam kerja sama REDD+.
 
"Pada pertemuan juga telah saya sampaikan undangan resmi Pemerintah RI kepada Pemerintah Norwegia untuk menghadiri Ocean Conference 2018 di Indonesia," Ujar Menlu RI.



Indonesia akan menjadi tuan rumah Ocean Conference 2018. Ini merupakan sebuah forum yang memfokuskan kerja sama di bidang kelautan, khususnya penanggulangan polusi laut, perubahan cuaca, perlindungan wilayah laut serta perikanan.
 
"Saya juga telah sampaikan agar kerja sama kedua negara di bidang kelautan ini dapat dipertegas lagi dalam satu kesepakatan bilateral sebagai kerangka kerja sama seperti manajemen perikanan, aquaculture dan marine environment protection," kata Menlu RI menjelaskan lebih lanjut.
 
Dalam kerja sama energi dan energi terbarukan, kedua negara menyambut baik hasil Pertemuan Bilateral ke-8 pada Energi Consultation Forum kedua negara. Indonesia menghargai dukungan Norwegia untuk upaya peningkatan produksi minyak dan gas Indonesia melalui teknologi Increased Oil Recovery.

Kedua Menlu juga sepakat melanjutkan forum dialog khusus di bidang Hak Asasi Manusia, yang telah diselenggarakan sebanyak 12 kali sejak tahun 2002. Ke depan, dialog ini akan dilakukan dua tahun sekali, namun penyelenggaraannya akan dilakukan back-to back dengan Pertemuan SKB.

Mitra Penting di Skandinavia
 
Keduanya juga membahas sejumlah isu regional dan global, termasuk situasi di Timur Tengah, perkembangan di Eropa dan situasi di Asia Tenggara.
 
Norwegia sangat menghargai peran yang dimainkan Indonesia dalam menjembatani perbedaan dan menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.
 
Norwegia merupakan salah satu mitra penting Indonesia di wilayah Skandinavia. 

Hubungan ekonomi terus menguat dengan nilai perdagangan meningkat 40 persen mencapai USD410,15 juta di tahun 2016.

Nilai investasi Norwegia (FDI) meningkat dari USD1,8 juta (2015) menjadi USD15,7 juta (2016), sementara investasi dana minyak Norwegia ke Indonesia mencapai USD2,8 miliar.
 
Selain Sidang Komisi Bersama, Dialog Hak Asasi Manusia, kedua negara juga memiliki Forum Energi yang telah dilaksanakan delapan kali.



(WIL)

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

Lebih Berbahaya Bepergian ke Eropa Daripada ke Suriah

41 minutes Ago

Serangan teror yang semakin meningkat di Benua Eropa beberapa tahun terakhir menjadi kekhawatiran…

BERITA LAINNYA