PBB: 68,5 Juta Orang Telantar di Seluruh Dunia

Arpan Rahman    •    Selasa, 19 Jun 2018 18:00 WIB
pbb
PBB: 68,5 Juta Orang Telantar di Seluruh Dunia
Ada tambahan 16,2 juta orang yang kehilangan tempat tinggal pada 2017. (Foto: AFP/File / GIOVANNI ISOLINO)

Jenewa: Sebanyak 68,5 juta orang telantar akibat kehilangan tempat tinggal atau terusir dari rumah mereka sendiri dalam beragam konflik di seluruh dunia. Data terbaru tersebut disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa 19 Juni 2018.

Banyak warga telantar itu berasal dari negara rentan konflik seperti Myanmar dan Suriah.

Pada akhir 2017, jumlah pengungsi hampir tiga juta lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan 50 persen dari 42,7 juta penduduk yang mengungsi dari rumah mereka satu dekade lalu, menurut laporan badan pengungsian PBB (UNHCR).

Angka saat ini setara dengan seluruh populasi Thailand, dan jumlah orang yang dipaksa mengungsi setara dengan satu dari setiap 110 orang di seluruh dunia.

"Kita berada pada arus, di mana proses pengelolaan pengungsian ini membutuhkan pendekatan baru yang jauh lebih komprehensif," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi, seperti disitir dari AFP, Selasa 19 Juni 2018.

Grandi menyebut 70 persen dari total jumlah itu hanya berasal dari 10 negara.

"Jika ada solusi untuk konflik di 10 negara itu, atau setidaknya beberapa di antaranya, angka besar itu mungkin bisa mulai turun," ujar Grandi.

Setiap Dua Detik

Laporan itu menunjukkan ada tambahan 16,2 juta orang yang kehilangan tempat tinggal tahun lalu. Angka itu juga meliputi mereka yang dipaksa melarikan diri akibat konflik.

Angka itu setara dengan sekitar 44.500 orang diusir keluar dari rumah mereka setiap hari -- atau satu orang setiap dua detik, kata UNHCR. 

Kebanyakan orang dari data itu melarikan diri dari negara mereka sendiri. Mereka disebut sebagai pengungsi internal, atau IDP.

Ada sekitar 40 juta IDP di seluruh dunia pada akhir 2017, turun sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Kolombia, Suriah, dan Republik Demokratik Kongo menyumbangkan jumlah terbesar.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA