Diplomat Iran Ditangkap atas Rencana Serangan Bom

Arpan Rahman    •    Selasa, 03 Jul 2018 15:31 WIB
iran
Diplomat Iran Ditangkap atas Rencana Serangan Bom
Pemandangan umum kota Paris. (Foto: AFP/ZAKARIA ABDELKAFI)

Paris: Seorang diplomat Iran termasuk dari empat orang yang ditangkap terkait dugaan rencana serangan bom. Serangan disebut-sebut hendak dilancarkan dalam acara kelompok oposisi Iran di Prancis.

Mujahedin-e-Khalq (MEK), organisasi yang keberadaannya dikecam Iran, menuduh para pemimpin di Teheran merancang serangan di dekat Paris pada Sabtu kemarin. Dalam acara hadir beberapa tokoh Amerika Serikat (AS), termasuk Rudy Giuliani, pengacara dari Presiden Donald Trump.

Pada Senin 2 Juli, otoritas Belgia mengatakan seorang diplomat Iran yang tidak disebutkan namanya ditangkap di Jerman. Sementara pasangan suami istri -- warga negara Belgia keturunan Iran -- ditahan dengan tuduhan "upaya pembunuhan dan mempersiapkan kejahatan teroris" terhadap MEK. Tersangka keempat ditangkap di Prancis.

Penangkapan terjadi menjelang kunjungan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015, setelah Trump memutuskan AS tidak akan meneruskannya.

Seperti dikutip dari Guardian, Selasa 3 Juli 2018, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif membantah keterlibatan pemerintah dan menggambarkan tuduhan itu sebagai "taktik jahat."

Kunjungan Rouhani ke Austria pada 2016 dibatalkan, sesudah Iran keberatan dengan unjuk rasa MEK yang dijadwalkan bertepatan dengan kunjungan kenegaraan.

Pada Mei, Iran keras membantah tuduhan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa Garda Revolusioner Iran melakukan "operasi pembunuhan di jantung Eropa."


(WIL)