Inggris Minta Dua Militan 'Beatles' Diadili di ICC

Arpan Rahman    •    Sabtu, 10 Feb 2018 20:00 WIB
isis
Inggris Minta Dua Militan 'Beatles' Diadili di ICC
Menhan Inggris Tobias Ellwood. (Foto: AFP/JUSTIN TALLIS)

London: Dua militan kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) asal Inggris harus diadili di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), bukan dikirim ke Teluk Guantanamo. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Tobias Ellwood. 

Menhan Ellwood menegaskan bahwa "teroris asal negara manapun harus diadili secara transparan atas tindakan mereka."

Kedua militan, Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, ditangkap oleh pasukan Kurdi Suriah di Suriah. Keduanya dilaporkan sudah tidak lagi mempunyai kewarganegaraan Inggris.

Kotey dan Elsheikh adalah dua dari empat anggota ISIS asal Inggris yang dikenal sebagai "the Beatles." Keempat mendapat julukan itu karena memiliki akses Inggris yang kental.

Keempatnya menjadi terkenal karena pernah mengeksekusi beberapa sandera ISIS.

Ellwood, yang kehilangan saudaranya dalam serangan teroris di Bali pada 2002 dan juga berada di lokasi kejadian dalam serangan Westminster tahun lalu, mengatakan bahwa Kotey dan Elsheikh harus diadili di Den Haag.

Dalam wawancara dengan The Times dan Daily Telegraph, ia menyerukan adanya semacam "perjanjian internasional" mengenai militan yang ditangkap.

"Teluk Guantanamo menciptakan status kombatan baru yang melampaui konvensi Jenewa, dengan menggunakan penyiksaan dan gagal mengatasi tren ekstremisme global yang terus berlanjut hingga hari ini," katanya, seperti dilansir BBC, Sabtu 10 Februari 2018.

Ia merujuk pada penjara milik Amerika Serikat yang terletak di Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo.

Sementara itu juru bicara Kementerian Pertahanan AS mengatakan "masih mempertimbangkan beragam opsi" mengenai kasus ini.


(WIL)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

9 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA