Indonesia-Uni Eropa Hidupkan Lagi Kerja sama Parlemen

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 19:53 WIB
indonesia-uni eropa
Indonesia-Uni Eropa Hidupkan Lagi Kerja sama Parlemen
Presiden Joko Widodo bersama dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Federica Mogherini (Foto: ANTARA)

Metrotvnews.com, Jakarta: komite bersama antara Uni Eropa dan Indonesia di Brussels, Belgia akan mengaktifkan kembali kerja sama parlemen. Dari parlemen Indonesia sendiri akan hadir Ketua Komisi I DPR, Wakil Ketua Komisi I DPR dan salah satu anggota Komisi I DPR.
 
"Kerja sama ini penting karena akan mempengaruhi hubungan dagang dan investasi seperti regulasi standar Eropa, sehingga akan membantu kerja sama perdagangan," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
 
Kerja sama antar parlemen ini sebenarnya sudah dibentuk sejak 2010. Namun, karena pergantian parlemen di Uni Eropa pada 2014, sehingga selama empat tahun Uni Eropa vakum.
 
Uni Eropa merupakan investor keempat terbesar di Indonesia. Di tahun 2015, nilai perdagangan pun mencapai USD2,6 miliar. Kunjungan wisatawan Eropa ke Indonesia juga mencapai satu juta orang.
 
Pertemuan antara Uni Eropa dan Indonesia ini pun merupakan pertemuan pertama kalinya di bawah hubungan bilateral. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi dan pengembangan kerja sama.
 
"Pelaksanaan ini menunjukkan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Uni Eropa, termasuk di perkembagan dan investasi, kerja sama pembangunan, keamanan dan HAM," lanjutnya.
 
Beberapa peluang kerja sama pun akan ditingkatkan, seperti di bidang lingkungan hidup, perikanan dan kelautan dan terorisme.
 
"Penanggulangan terorisme menjadi tantangan Indonesia dan Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir," pungkas Arrmanatha.
 
Pertemuan ini juga akan membahas EU-CEPA yang dirundingkan pertama kali pada September lalu. Selain membahas reviewnya, akan diluncurkan pula FLEIGHT.
 
"FLEIGHT adalah capaian Indonesia untuk membuka dan memfasilitasi dan memberikan komparasi kepada produk kayu legal Indonesia. Indonesia adalah negara pertama yang meraih sertifikasi ini," ungkapnya.



(FJR)