Tiongkok dan AS Bisa Bekerja Sama Secara Damai Tekan Korut

Arpan Rahman    •    Kamis, 13 Apr 2017 18:09 WIB
korea utara
Tiongkok dan AS Bisa Bekerja Sama Secara Damai Tekan Korut
Tiongkok dan AS Bisa Bekerja Sama Secara Damai Tekan Korut (Foto: Reuters).

Metrotvnews.com, Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel yakin bahwa tekanan politik, bukan kemungkinan aksi militer, bisa menurunkan ketegangan yang dipicu kekhawatiran tentang program nuklir Korea Utara (Korut). Ia mengatakannya kepada grup media Jerman, Funke, pada Kamis 13 April.
 
"Saya tidak menaruh kepercayaan pada cara-cara militer, melainkan dalam tekanan politik, yang diberikan atas Korut dari sisi yang berbeda," komentar Merkel. 
 
Ia menambahkan bahwa sudah menjadi kepentingan dunia buat mencegah negara itu membiakkan senjata nuklir.
 
Dia juga menyerukan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok agar bekerja sama dan mengerahkan tekanan politik terhadap Pyongyang.
 
"Jika Tiongkok dan AS melakukan itu bersama-sama, tentu tidak akan dilakukan tanpa konsekuensi," kata Merkel, seperti dikutip Deutsche Welle, Kamis 13 April 2017.
 
Komentar Kanselir terbilang satu hari setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping juga menganjurkan solusi damai terhadap ketegangan Korut selama percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
 
Di akhir pekan lalu dan hanya beberapa hari setelah Korut menembakkan sejumlah rudal balistik ke Laut Timur, AS melayarkan beberapa kapal perang, termasuk kapal induk, menuju Semenanjung Korea. Langkah itu digambarkan Pyongyang sebagai agresi Amerika.
 
Manuver tersebut mencerminkan janji Trump buat bertindak secara sepihak jika diperlukan dalam menanggapi pertanyaan tentang Korut. Ketakutan utama Amerika adalah bahwa Pyongyang bisa mengembangkan rudal nuklir yang mampu mencapai pantai barat AS.
 
Namun, dalam isyarat potensi kerja sama diplomatik lebih lanjut antara Washington dan Beijing, Trump pada Rabu 12  April menunjukkan dirinya bersedia mengendurkan kebijakan perdagangan AS di Tiongkok dengan imbalan bantuan mengatasi Korut.
 
Resolusi Damai di Suriah
 
Kanselir Merkel juga menyerukan pendekatan politik bagi perang sipil yang berlangsung sepanjang enam tahun di Suriah dalam kerangka kebijakan PBB. Dia menegaskan pandangannya bahwa serangan udara AS ke pangkalan angkatan udara Suriah dapat "dimengerti" mengingat serangan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah awal pekan ini, yang telah dikaitkan AS dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
 
"Setelah memahami reaksi AS (atas gas beracun), semuanya kini harus dilakukan di bawah naungan PBB dan bersama-sama dengan Rusia supaya menemukan solusi politik untuk Suriah," cetus Merkel.
 
Rusia, yang mendukung Assad dan memberi bantuan militer kepada pasukan pro-pemerintah, sudah menegaskan hanya warga Suriah sendiri yang dapat memutuskan transisi politik buat negara yang dilanda perang. Namun, Merkel menegaskan bahwa Assad tidak bisa diizinkan untuk tetap berkuasa, pandangan yang sama disuarakan pihak pemerintahan Trump dengan keras selama kunjungan, pada Rabu, ke Moskow demi membahas konflik Suriah.



(FJR)