Warga Inggris Tidak Merasakan Keuntungan di Uni Eropa

Sonya Michaella    •    Jumat, 07 Oct 2016 18:45 WIB
brexit
Warga Inggris Tidak Merasakan Keuntungan di Uni Eropa
Penasehat Presiden Polandia, Prof. Dr. Andrzej J. Zybertowicz (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Britain Exit atau Brexit tampaknya masih menjadi topik perbincangan hangat, terutama di benua Eropa. Inggris memutuskan untuk keluar dari blok Uni Eropa pada 23 Juni lalu.
 
Penasehat Presiden Polandia, Andrzej J. Zybertowicz, menilai bahwa warga Inggris memang berpandangan bahwa Inggris mempunyai potensi sendiri.
 
"Mereka tidak merasakan keuntungan saat Inggris berada di Uni Eropa. Itu sebabnya mereka memilih untuk keluar dari Uni Eropa," ujar Zybertowicz, ketika ditemui usai memberikan kuliah umum bersama FPCI, di Hotel Meridien, Jakarta, Jumat (7/10/2016).
 
"Ini bukan pilihan yang mudah bagi mereka, sebenarnya. Tak hanya setelah memilih lalu selesai. Proses pun masih panjang," lanjutnya lagi.
 
Menurut Zybertowicz, keluarnya Inggris dari Uni Eropa merupakan bentuk demokrasi dari warga Inggris sendiri.
 
"Tetapi karena proses politik yang penuh dengan rumor, dan mis-informasi, banyak orang termasuk mereka yang berpendidikan rendah kurang mengerti dan lebih memilih keluar dari Uni Eropa," tukasnya.
 
Zybertowicz menambahkan bahwa warga Polandia sendiri senang berada dalam keanggotaan Uni Eropa.
 
"Warga Polandia senang travelling. Kami tak harus punya paspor untuk mengunjungi Italia, Swedia  dan Prancis, misalnya. Tapi kami tak ingin Uni Eropa menggali tradisi Polandia," tandasnya.
 
Ia menuturkan, walaupun berada dalam keanggotaan Uni Eropa, diakuinya Polandia tetap harus menjaga tradisinya dan juga agamanya. 
 
Sementara, ia pun menceritakan bahwa di Polandia saat ini sedang ricuh di mana ada demonstrasi besar yang dilakukan oleh kalangan perempuan. Perempuan di Polandia menuntut adanya perubahan dalam undang-undang aborsi. 
 
"Mereka tidak hanya berdemo terhadap kasus ini tetapi mereka juga berupaya menentang peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," pungkasnya.
 
Ia menilai bahwa hal yang terjadi di Inggris juga Polandia adalah mobilisasi demokrasi yang pasti ada di setiap negara di dunia.



(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA