Rusia Sebut Media Barat Ikut Picu Serangan Koalisi ke Suriah

Willy Haryono    •    Sabtu, 14 Apr 2018 11:22 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Rusia Sebut Media Barat Ikut Picu Serangan Koalisi ke Suriah
Foto dari akun Twitter pemerintah Suriah memperlihatkan serangan dari sistem senjata anti-pesawat di pinggiran Damaskus usai koalisi Barat mengumumkan akan melancarkan serangan, Sabtu 14 April 2018 dini hari. (Foto: AFP/SYRIAN GOVERNMENT'S CENTRAL MILI)

Moskow: Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan serangan koalisi Barat ke Suriah terjadi saat negara tersebut memiliki "peluang menuju masa depan yang damai."

Pernyataan disampaikan usai Amerika Serikat, Inggris dan Prancis yang tergabung dalam koalisi melancarkan serangan ke Suriah pada Sabtu 14 April 2018 dini hari waktu setempat. 

"Pihak yang mengklaim memiliki kepemimpinan bermoral di dunia ini, dan yang mendeklarasikan bahwa mereka itu istimewa. Berani-beraninya mereka semua menyerang ibu kota Suriah, saat negara itu sedang memiliki kesempatan untuk menuju masa depan damai," tulis juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova di akun Facebook, seperti dilansir AFP

Sejumlah ledakan dahsyat dilaporkan terjadi di dalam dan sekitar Damaskus pada Sabtu dini hari. Serangan terjadi tak lama usai koalisi Barat mengumumkan akan menyerang Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia di Douma. 

Serangan koalisi Barat dilakukan sepekan usai dugaan penggunaan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, menewaskan sedikitnya 40 orang. 

Zakharavo menambakan sejumlah media Barat juga harus ikut bertanggung jawab atas serangan di Suriah. Ia menyinggung mengenai Gedung Putih yang mengutip "beberapa sumber media" atas dugaan serangan kimia di Douma.

"Amerka dan media Barat lainnya harus memahami tanggung jawab mereka atas apa yang terjadi saat ini," sebut Zakharova. 

Kementerian Pertahanan Rusia dan pemerintahan Presiden Vladimir Putin belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan koalisi Barat di Suriah.




(WIL)