Politikus Rusia Mengaku Lihat Rudal Korut yang Bisa Hancurkan AS

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 07 Oct 2017 15:10 WIB
rudal korut
Politikus Rusia Mengaku Lihat Rudal Korut yang Bisa Hancurkan AS
Seorang pria menonton berita yang menunjukkan peluncuran rudal milik Korut di Seoul, Korsel, 20 Oktober 2016. (Foto: AFP/JUNG YEON-JE)

Metrotvnews.com, Moskow: Seorang politikus Rusia bernama Anton Morozov mengaku pernah melihat rudal milik Korea Utara (Korut) yang bisa diluncurkan hingga mencapai daratan Amerika Serikat. Menurutnya, dalam waktu dekat Pyongyang akan melakukan uji coba rudal jenis tersebut.

Hal ini disampaikan Morozov kepada kantor berita RIA Novosti, bahwa dia dan dua rekannya pernah pergi ke Korut. Di sana, ia melihat rudal jarak jauh yang dapat terbang hingga puluhan ribu kilometer.

Para pejabat Korut, ujar Morozov, mengatakan kepada dirinya bahwa Pyongyang telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan rudal tersebut menahan panas saat memasuki atmosfer usai peluncuran. 

Dikutip laman Independent, Sabtu 7 Oktober 2017, Korut juga menunjukkan kepada Morozov perhitungan matematis yang membuktikan rudal tersebut bisa sampai ke AS.

"Korut menunjukkan kepada saya perhitungan matematis yang mereka katakan dapat membuktikan rudal mereka mampu mencapai pantai barat AS," seru Morozov.

Morozov merupakan politikus Partai Demokratik Liberal Rusia. Partai ini dikenal sering menunjukkan sentimen negatif terhadap AS. Meski demikian, dia tidak mengonfirmasi secara pribadi kajian perhitungan Korut tersebut.

Korut dan AS tengah berseteru. Pemimpin kedua negara terlibat perang kata-kata usai uji coba bom nuklir yang dilakukan Pyongyang pada awal September.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato di hadapan sejumlah kepala negara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memaparkan rencananya untuk menghancurkan Korut jika negara tersebut tidak menghentikan program nuklir mereka.

Trump bahkan memanggil pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un sebagai 'Manusia Roket.' Hal ini memancing amarah Kim dan pejabat Korut lainnya.

 


(WIL)