Mantan Pemimpin Catalunya Desak Separatis Bersatu Hadapi Pemilihan

Eko Nordiansyah    •    Senin, 06 Nov 2017 07:14 WIB
referendum catalunya
Mantan Pemimpin Catalunya Desak Separatis Bersatu Hadapi Pemilihan
Mantan Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont. (Foto: AFP/Aurore Belot).

Metrotvnews.com, Brussel: Mantan Pemimpin Catalunya Carles Puigdemont menyerukan separatis untuk bersatu dalam pemilihan yang digelar Desember mendatang. Pada saat itu, Spanyol memberi kesempatan pada Catalunya untuk menetukan nasib wilayah tersebut.

Seruan Puigdemont muncul sehari setelah hakim Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya. Dalam tuntutannya, jaksa menuduh dia memberontak, menghasut, dan menyalahgunakan dana publik atas upaya pemisahan wilayah dari Spanyol.

"Waktunya telah tiba bagi semua kaum demokrat untuk bersatu, bagi Catalunya membebaskan tahanan politik dan republik," kata Carles melalui Twitter seperti dilansir dari AFP, Senin 6 November 2017.

(Baca juga: Jaksa Spanyol Tuntut Pemimpin Catalan atas Tuduhan Pemberontakan)

Pria berusia 54 tahun itu bersembunyi di Belgia dan mengabaikan seluruh panggilan untuk menghadap hakim di Madrid. Dirinya bersedia hadapi tuntutan bila pengadilan Spanyol menjamin engadilan yang adil.

Hakim Madrid mengeluarkan perintah penangkapan Carles dan empat sekutunya yang berada di Belgia. Kantor kejaksaan Belgia bergerak cepat, mereka sudah menangkap Carles dan kawan-kawannya. 

(Baca juga: Pimpinan Catalunya Menyerahkan Diri ke Kepolisian Belgia)

Kini, Carles dalam dekapan pengadilan Belgia. Putusan hakim akan segera keluar dalam waktu 24 jam. Bila ada proses banding dari Carles, proses di pengadilan Belgia bisa memaka waktu hingga tiga bulan.

"Keputusan Kerangka Kerja Uni Eropa menetapkan bahwa keputusan akhir harus diambil dalam waktu 60 hari dengan perpanjangan 90 hari dalam keadaan luar biasa," kata Kementerian Peradilan Belgia dalam sebuah pernyataan.


(HUS)