Politisi Rusia Dibunuh, Vonis Terhadap Pelaku Dinilai Aneh

Arpan Rahman    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:03 WIB
politik rusia
Politisi Rusia Dibunuh, Vonis Terhadap Pelaku Dinilai Aneh
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov (Foto: TASS).

Metrotvnews.com, Grozny: Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov telah menyebut 'aneh' putusan Pengadilan Militer Distrik Moskow, pada Kamis 13 Juli 2017. Putusan itu menghukum lima terdakwa dalam kasus pembunuhan politisi Rusia Boris Nemtsov dengan hukuman penjara yang panjang.
 
Kepala republik Kaukasus Utara mengatakan bukti di pengadilan sangat dipertanyakan, menurut siaran persnya.
 
Pengadilan menyatakan kelima terdakwa bersalah dan memberi mereka hukuman 11 sampai 20 tahun di sebuah koloni tahanan dengan keamanan ketat. Keputusan tersebut dibuat oleh Hakim Yuri Zhitnikov berdasarkan keputusan juri yang menyatakan bersalah.
 
Pelaku pembunuhan tersebut, Zaur Dadayev, mantan wakil komandan batalyon Sever Kementerian Dalam Negeri Chechnya, divonis 20 tahun penjara. Anzor Gubashev dijatuhi 19 tahun, dan saudaranya Shadid Gubashev 16 tahun. Temirlan Eskerkhanov dan Khamzat Bakhayev akan menghabiskan 14 tahun dan 11 tahun di belakang jeruji besi.
 
"Putusan Pengadilan Militer Distrik Moskow dalam kasus pembunuhan Boris Nemtsov terlihat aneh karena mengumumkan hukuman 20 tahun di rezim koloni yang ketat, berdasarkan bukti-bukti kesalahan yang meragukan," kata Kadyrov dalam sebuah pertemuan dengan pimpinan Kementerian Dalam Negeri di Grozny, seperti dilansir kantor berita TASS, Jumat 14 Juli 2017.
 
Juru Bicara Komite Investigasi Rusia Svetlana Petrenko sebelumnya mengatakan bahwa para penyidik ??sudah berhasil mengumpulkan dan memberikan bukti kepada pengadilan bahwa para terdakwa bersalah. Para penyidik ??telah memeriksa secara saksama cuplikan kamera CCTV bersamaan dengan bukti diajukan saksi, yang mengonfirmasi bahwa para terdakwa telah saling mengenal dan berkumpul di tempat tertentu sebelum dan sesudah pembunuhan.
 
Menurut juru bicara, teori para penyelidik dikonfirmasi oleh sebagian besar bukti yang dikumpulkan, termasuk tes DNA dan biologi, serta pemeriksaan jejak.
 
Para pembela berencana mengajukan banding atas hukuman tersebut dan berharap Mahkamah Agung Rusia membatalkan hukuman. Kerabat Nemtsov percaya bahwa putusan itu terlalu ringan.
 
Boris Nemtsov -- mantan Wakil Perdana Menteri di bawah Presiden Boris Yeltsin -- ketua bersama Partai Parnas dan anggota parlemen dari dewan daerah Yaroslavl, ditembak di pusat kota Moskow pada 27 Februari 2015. 
 
Lima orang ditangkap karena dicurigai membunuh sang politisi: Zaur Dadayev, Anzor dan Shadid Gubashev, Temirlan Eskerkhanov, dan Khamzat Bakhayev. Tersangka lain, Beslan Shavanov, melawan polisi dan meledakkan dirinya sendiri.
 
Menurut penyidik, Ruslan Mukhudinov, mantan perwira Chechnya Sever (atau Utara), adalah otak dan penyelenggara pembunuhan. Mukhudinov didakwa secara in absentia. Dia sudah masuk dalam daftar yang dicari internasional sejak November 2015. Kasus kriminal terhadapnya diselidiki secara terpisah.



(FJR)