Hadiri KTT WHO, Menko PMK Bicara Pentingnya Negara Hadapi Darurat Kesehatan

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 04 Dec 2018 23:17 WIB
berita kemenko pmk
Hadiri KTT WHO, Menko PMK Bicara Pentingnya Negara Hadapi Darurat Kesehatan
Menko PMK Puan Maharani (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Jakarta: Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menekankan pentingnya penguatan seluruh negara dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan. Terlebih bagi negara yang rawan bencana.

Hal itu disampaikan Menko PMK Puan pada Sesi Panel Diskusi 2 Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), di Lyon, Prancis 3-4 Desember 2018.

Puan mencontohkan Indonesia yang rentan dilanda bencana alam. "Indonesia juga rentan terhadap berbagai penyakit menular dan tropis terabaikan, yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk yang berpotensi menyebabkan wabah penyakit dan pandemi," kata Puan, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 4 Desember 2018.

Selain rawan bencana, politikus PDIP itu juga menyampaikan urbanisasi juga meningkatkan potensi penyebaran penyakit.
Untuk menghadapinya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan merespons berbagai potensi yang ada.

"Di tingkat nasional, kami memiliki lembaga khusus yang bertanggung jawab untuk mengelola dan memitigasi bencana (BNPB), dan lembaga serupa di tingkat provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga telah membentuk unit khusus, yaitu unit krisis kesehatan di seluruh Indonesia. Unit Krisis Kesehatan dilengkapi dengan Pusat Operasi Darurat (Emergency Operation Center) yang didukung oleh Pusat Darurat Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operation Center).

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan terobosan penting terkait layanan darurat kesehatan, yang dikenal sebagai 119 Emergency Service. Layanan ini memungkinkan warga untuk menghubungi dan mendapatkan layanan medis darurat menggunakan kode akses 119 gratis.

KTT WHO diikuti delegasi 23 negara, delapan wali kota, pimpinan daerah, serta para mitra organisasi internasional. Dalam Sesi Panel 2 dihadiri oleh beberapa perwakilan, di antaranya Wenjiang Wang (Tiongkok), Mohammad Assai Ardakani (Iran), dan Bryan Inho Kim (Korea Selatan).


(ROS)