Dirjen WHO Apresiasi Komitmen dan Program Kesehatan Indonesia

M Studio    •    Senin, 28 Jan 2019 23:51 WIB
berita kemenko pmk
Dirjen WHO Apresiasi Komitmen dan Program Kesehatan Indonesia
Menko PMK Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Dirjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyeus (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Jenewa: Di sela menghadiri WHO Executive Board (EB) ke 144 di Jenewa, Swiss, Menko PMK Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Dirjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyeus, Senin, 28 Januari 2019. 

Pada kesempatan itu, Menko Puan mengatakan Indonesia berkomitmen mengimplementasikan International Health Regulation (IHR) 2005. “Kami telah melakukan Joint External Evaluation IHR 2005 pada November 2017 dan menerima rekomendasi lebih lanjut  untuk meningkatkan kapasitas kami dalam mengimplementasikan IHR,” ujarnya.

Indonesia telah melakukan kerja sama lintas sektor dengan pendekatan One Health untuk mengembangkan Rencana Aksi Nasional (RAN) terkait Kemananan Kesehatan. “Kami telah memfinalisasi rencana aksi tersebut pada Desember 2018,” katanya.

Menko Puan mengundang peran WHO dalam membangun partisipasi multi-sektor, termasuk sektor pertanian, perikanan, lingkungan dan kehutanan serta pertahanan dan kemanan. Hal ini didasari setelah Pertemuan Tingkat Menteri Global Health Security Agenda (GHSA) ke-5 pada 6-8 November 2018, di Nusa Dua Bali lalu, yang menghasilkan 2 Dokumen penting yaitu GHSA Framework 2024 dan GHSA Bali Declaration yang pada pokoknya berisikan komitmen  memperkuat kerja sama pada tingkat nasional, regional, dan global guna mencapai keamanan kesehatan. 

“Kami mengundang WHO untuk memberikan dukungan teknis serta penyelenggaraan One Health e-Training untuk para pejabat Indonesia dari berbagai Kementerian/ Lembaga terkait,” ucapnya.

Kepada Dr Tedros pula, Menko Puan menjelaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional yang dijalankan Indonesia  telah mencapai sekitar 215 juta orang, atau sekitar 81 persen dari total populasi di Indonesia. “Kami berharap dapat mencapai Universal Health Coverage pada akhir 2019,” katanya. 

Menko Puan juga mengingatkan kembali WHO terkait kemungkinan menjadikan Indonesia sebagai salah satu WHO Collaborating Center for Reference and Research on Influenza yang dirintis Dirjen WHO sebelumnya, Dr Margaret Chan.

“Saya ingin mengangkat isu ini kembali dengan Anda mengingat Indonesia terus membangun kapasitas di bidang penelitian influenza. Dalam kaitan ini, kami bermaksud meminta WHO untuk memberikan panduan dan dukungan teknis untuk merealisasikan hal ini,” katanya.

Sementara itu, Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyeus menegaskan akan menjadikan Indonesia sebagai prioritas pihaknya. WHO, sebutnya, sangat mengapresisasi Rencana Aksi Nasional yang dilakukan Indonesia dan mendukung pembangunan WHO Collaborating Center for Reference and Research on Influenza di Indonesia. “Kami mengapresiasi upaya Indonesia dan akan mendukung Indonesia untuk mencapai Universal Health Coverage 2019,” jelas Dr Tedros. 

Terkait langkah cepat pemerintah Indonesia dalam penanganan polio di Papua, Dr.Tedros juga memuji Indonesia. Kepada Menko Puan pula, Dr Tedros mengungkapkan akan segera mengunjungi Indonesia pada tahun ini.


(ROS)