Inggris Tolak Permintaan Status Diplomatik Pendiri WikiLeaks

Arpan Rahman    •    Kamis, 11 Jan 2018 16:35 WIB
wikileaksinggris
Inggris Tolak Permintaan Status Diplomatik Pendiri WikiLeaks
Pendiri WikiLeaks bertahan di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris (Foto: AFP).

London: Kementerian Luar Negeri Inggris menolak permintaan dari Pemerintah Ekuador untuk memberikan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, status diplomatik. 
 
Permohonan itu sebagai jalan untuk memecahkan kebuntuan mengenai kehadirannya yang terus berlanjut di Inggris.
 
Perkembangan terjadi di tengah laporan bahwa Assange, warga Australia yang bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador selama lebih dari lima tahun, baru-baru ini menjadi warga negara Amerika Selatan.
 
Jika diberi status sebagai diplomat, diperkirakan, Assange dapat memperoleh hak tertentu atas kekebalan hukum dan mungkin bisa meninggalkan Kedubes di Knightsbridge. Maka akhirnya Inggris, tidak dapat menangkapnya karena melanggar persyaratan jaminan sebelumnya.
 
Jaksa Swedia tahun lalu secara tak terduga membatalkan penyelidikan mereka atas tuduhan terhadap dia, termasuk klaim pemerkosaan. Assange menolak ekstradisi ke Stockholm selama bertahun-tahun. Dia masih terancam penangkapan karena melanggar syarat jaminan jika dia melangkah keluar dari kedutaan. 
 
WikiLeaks telah menyuarakan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengupayakan ekstradisinya jika dia meninggalkan kedutaan tersebut. Dikabarkan bahwa terbit surat dakwaan resmi AS yang memerintahkan penangkapannya.
 
Juru bicara Kemenlu Inggris, yang  mengkonfirmasikan upaya terakhir guna menyelesaikan kebuntuan tersebut, berkata pada Rabu malam: "Pemerintah Ekuador baru-baru ini meminta status diplomatik untuk Assange di Inggris. Inggris tidak menerima permintaan itu, juga tidak dalam pembicaraan dengan Ekuador mengenai masalah ini. Ekuador tahu bahwa cara menyelesaikan masalah ini adalah Julian Assange meninggalkan kedutaan demi menghadapi pengadilan."
 
Pada saat yang sama Assange muncul di akun Twitter-nya untuk kali pertama: mengenakan kaos sepakbola Timnas Ekuador.
 
Laporan surat kabar di Quito bahwa dia baru saja diberi nomor identitas nasional. Pada Rabu, kantor berita Reuters melaporkan sudah menemukan sebuah entri untuk "Julian Paul Assange" di Catatan Sipil Ekuador, yang hanya mencakup warga Ekuador.
 
Awal pekan ini, Menlu Ekuador, Maria Fernanda Espinosa, mengungkapkan negaranya mencari "negara ketiga atau seorang tokoh" guna menengahi penyelesaian akhir dengan Inggris buat menyelesaikan kebuntuan. Pihaknya "mempertimbangkan dan menjajaki kemungkinan mediasi".
 
"Tidak ada solusi yang akan dicapai tanpa kerja sama internasional dan kerja sama Inggris, yang juga menunjukkan ketertarikan untuk mencari jalan keluar," katanya kepada koresponden asing di Quito, menurut AFP, seperti disitat Guardian, Kamis 11 Januari 2018.
 
Assange, yang telah menerima banyak tamu ke tempat tinggalnya yang sederhana di Kedubes Ekuador, mulai dari Nigel Farage sampai Lady Gaga, menggambarkan periode sejak penangkapan awalnya sebagai "ketidakadilan yang mengerikan". 
 
"Tidak bisa melihat anak-anaknya tumbuh besar bukan sesuatu yang bisa saya maafkan," katanya.
 
Selama beberapa tahun, petugas polisi Metropolitan London mempertahankan pengawasan konstan atas Kedubes, yang terletak di belakang Toko Harrods di London tengah. Biaya pengawasan paling sedikit 11,1 juta Poundsterling atau setara USD14,9 menurut angka yang dikeluarkan oleh Scotland Yard pada Juni 2015. Empat bulan kemudian, polisi membebaskan penjagaan penuh waktu dengan alasan tidak proporsional lagi.
 
Sebuah panel Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyimpulkan pada 2016 bahwa Assange berada di bawah penahanan sewenang-wenang.



(FJR)