PM Inggris Ditekan Terkait Pertemuan Rahasia Menterinya dan Politikus Israel

Arpan Rahman    •    Rabu, 08 Nov 2017 18:15 WIB
politik inggris
PM Inggris Ditekan Terkait Pertemuan Rahasia Menterinya dan Politikus Israel
Priti Patel bertemu Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan di Parlemen pada 7 September (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, London: Menteri Pembangunan Internasional Inggris, Priti Patel, ternyata mengadakan dua pertemuan gelap lain dengan tokoh-tokoh politik Israel, yang tidak dia ungkapkan saat minta maaf, pada Senin 6 November.
 
Bocoran terbaru menyebut kemungkinan akan munculnya tekanan ekstra atas Perdana Menteri Inggris Theresa May agar memecat Patel, karena mengikuti 12 pertemuan rahasia di Israel, termasuk dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
 
Dilansir Belfast Telegraph, Rabu 8 November 2017, Patel bertemu Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan di Parlemen pada 7 September, dan pejabat Kementerian Luar Negeri Israel Yuval Rotem di New York pada 18 September, setelah pertemuan Agustus di Israel.
 
Diketahui bahwa pihak pemerintah Inggris yang bermarkas di Downing Street diberitahu tentang sarapan pagi di New York dengan Rotem ketika Ms Patel mengungkapkan rincian perjalanannya ke Israel. Namun baru mengetahui, pada Selasa 7 November, tentang pertemuan di Parlemen dengan Erdan.
 
Tidak ada pejabat Inggris yang hadir dan seperti pertemuannya di Israel, dia tidak melaporkannya ke Kemenlu Inggris atau Pemerintah seperti lazimnya.
 
Partai Buruh sudah menuntut penyelidikan oleh penasihat standar Perdana Menteri mengenai pertemuan Patel dengan pihak pemerintah Israel. Seraya mengklaim bahwa mereka melakukan empat "pelanggaran serius" terhadap kode kementerian.
 
Sebelum pertemuan ekstra tersebut diungkap, Downing Street menegaskan bahwa May masih mempercayai Patel, yang saat ini berada di Afrika dengan Menteri Perdagangan Liam Fox, setelah memberinya pengarahan Senin atas perjalanannya ke Israel.
 
PM Inggris mengkonfirmasi bahwa Patel telah mendiskusikan kemungkinan bantuan Inggris yang digunakan mendukung bantuan medis bagi para pengungsi dari perang saudara Suriah yang tiba di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
 
Namun juru bicara resmi PM Inggris tidak dapat mengatakan apakah Patel menjelaskan saat bertemu May soal skema tersebut akan melibatkan penyediaan dana bagi tentara Israel.
 
Partai Buruh berusaha memaksa Patel supaya menjelaskan hal itu di DPR dengan mengajukan sebuah pertanyaan mendesak. Namun hal itu diserahkan kepada Menteri Timur Tengah, Alistair Burt, yang menjawab anggota parlemen dengan memberitahu bahwa Patel sudah pergi dalam kunjungan ke Afrika.
 
PM Inggris terpaksa mengingatkan Patel tentang kewajibannya sebagai menteri setelah muncul tudingan bahwa Patel mencuri waktu libur keluarga. Ia malah bertemu dengan Netanyahu, politisi, pebisnis, dan badan amal lainnya saat berkunjung ke Israel antara 13-25 Agustus.
 
Setelah kembali dari perjalanannya, Patel menugaskan Kementerian Pembangunan Internasional (DfID) bekerja membangun kemitraan urusan disabilitas, kemanusiaan, dan pembangunan antara Israel dan Inggris.
 
Theresa May baru mengetahui pertemuan tersebut pada Jumat lalu, lebih dari dua bulan setelah itu terjadi. Tepatnya ketika laporan mulai muncul soal pembicaraan yang Patel lakukan dengan seorang politisi dan badan amal disabilitas.
 
Menteri itu telah minta maaf dan mengakui bahwa pertemuan "kurang pantas", pekan lalu. Seraya menyiratkan bahwa Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengetahui perjalanan tersebut, dan hanya dua pertemuan yang telah dilakukan.



(FJR)