Istri Presiden Prancis Diejek karena Berperilaku seperti Ratu

Arpan Rahman    •    Kamis, 04 Jan 2018 13:11 WIB
prancis
Istri Presiden Prancis Diejek karena Berperilaku seperti Ratu
Brigitte Macron, istri dari Presiden Prancis Emmanuel Macron bertingkah seperti Ratu Prancis (Foto: AFP).

Paris: Brigitte Macron, istri dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dituding berlagak seperti Marie Antoinette. Tudingan itu muncul karena dirinya bersikeras untuk berdiri di samping, bukan di belakang, suaminya saat bertindak dalam kunjungan kenegaraan.
 
Tapi Ibu Negara Prancis itu bersikeras bahwa waktunya sudah tiba buat memutuskan protokol yang mencerminkan era silam dan seksis.
 
Menurut Radio RTL, Briggite Macron mengatakan kepada para pembantunya bahwa dia tidak akan lagi mengambil kursi belakang saat dia meningkatkan perannya. Itu dimulai delapan bulan setelah suaminya terpilih sebagai presiden.
 
"Seorang wanita sekarang tidak harus berada di belakang," tutur Briggite Macron, seperti dilansir Irish Independent, Kamis 4 Januari 2018.
 
Tristan Bromet, kepala stafnya, mengatakan bahwa perubahan tersebut muncul "dari konsepsi pasangan yang dia bentuk dengan Macron: sebuah serikat modern di mana wanita tersebut ditempatkan pada tingkat yang sama dengan suaminya".
 
Kabar tersebut memicu banjir lelucon yang meluas secara daring. Beberapa kalangan menunjukkan bahwa pasangan laki-laki juga diharapkan agar mundur pada upacara resmi, layaknya Pangeran Philip Inggris.
 
Seorang komentator Twitter membandingkan Macron dengan Ratu Marie Antoinette. Ia mengatakan: "Kami memilih suami Anda, bukan Anda, jadi tetaplah di tempat yang Anda sayangi."
 
Yang lain menulis: "Sudah dikonfirmasi: Brigitte Macron, yang tidak terpilih, membawakan dirinya layaknya Ratu Prancis."
 
Reaksi politik menyusulnya. Dalam referensi soal perbedaan usia 24 tahun pasangan tersebut, Gilbert Collard, anggota parlemen sayap kanan yang dekat dengan pemimpin Front Nasional Marine Le Pen, menyindir: "Saya bisa membayangkan (Emmanuel) Macron dua langkah di belakang, mengisap jempol kepresidenannya."
 
Cemooh itu memicu serangan daring, satu komentator menanggapi: "Justru tidak terlalu elegan dari Anda. Anda kurang menghormati fungsi kepresidenan, bagi sang pria, tapi terutama untuk wanita itu juga."
 
Perempuan berusia 64 itu diharapkan menerapkan peraturan barunya saat pasangan tersebut melakukan perjalanan ke Tiongkok dalam kunjungan tiga hari, pekan depan.
 
Tanda pertama bahwa dia tidak senang dengan protokol yang ada saat ini muncul di PBB pada September. Saat itu dia menghindari kursi baris kedua yang disediakan untuk pasangan dan duduk sebaris dengan delegasi Prancis.
 
Berbicara baru-baru ini dengan harian Telegraph, ajudan utamanya di Istana Elysee berkata bahwa Brigitte tidak mau menjadi bunga hiasan. "Apa gagasan abad pertengahan tentang seorang wanita dalam sebuah pasangan yang bungkam seribu bahasa? Semua orang tahu, dari zaman Napoleon sampai hari ini di seluruh dunia, mitra kepala negara punya peranan."
 
Pekan ini, Le Monde melaporkan bahwa rombongan presiden sangat senang dengan penampilan "tanpa cela" Ibu Negara sejak suaminya yang berusia 40 tahun terpilih di bulan Mei.
 
"Semua orang sekarang yakin bahwa dia adalah aset bagi Emmanuel," kata seorang teman dari pasangan tersebut. "Dia bagian dari keseimbangan dan kesuksesan suaminya. Yang terpenting, Prancis telah memungut dia," pungkasnya.



(FJR)