Dukung Oposisi, Politikus Kenya Dituntut Pasal Pengkhianatan

Arpan Rahman    •    Rabu, 07 Feb 2018 17:28 WIB
kenya
Dukung Oposisi, Politikus Kenya Dituntut Pasal Pengkhianatan
Pemimpin oposisi Kenya Raila Odinga. (Foto: AFP/PATRICK MEINHARDT)

Nairobi: Kepolisian Kenya menuntut seorang politikus yang menyaksikan pelantikan tokoh oposisi Raila Odinga. Acara itu dianggap pemerintah Kenya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara. 

Pengacara, aktivis hak asasi manusia, dan pendukung oposisi menuntut kebebasan Miguna Miguna. Politikus itu masih ditahan meski ada perintah dari pengadilan untuk segera membebaskannya. 

Seperti dilansir News24, Rabu 7 Februari 2018, Miguna dituntut pasal pengkhianatan terhadap negara di sebuah pengadilan di luar ibu kota Kenya, Nairobi.

Selain menahan Miguna, Kenya juga menangguhkan paspor 14 pemimpin oposisi, termasuk pakar strategi David Ndii dan pengusaha Maina Wanjigi. Direktur Imigrasi Gordon Kihalangwa mengatakan, penangguhan dilakukan karena proses penyelidikan sedang berlangsung.

Pelantikan Odinga pekan lalu, yang mendeklarasikan dirinya sebagai "presiden rakyat," bertujuan memprotes terpilihnya kembali Uhuru Kenyatta sebagai presiden tahun lalu. 

Baca: Pengadilan Kenya Batalkan Hasil Pemilu, Oposisi Bersukacita

Pihak oposisi mengklaim pemungutan suara asli telah dicurangi. Pemerintah Kenya menanggapi pelantikan palsu dengan mematikan siaran tiga stasiun TV negara tersebut. 

Penangkapan Miguna memicu protes. Para pendukungnya di kota Kisumu, Kenya barat, bentrok dengan polisi yang melepaskan gas air mata ke arah kerumunan.

"Tidak mungkin mereka bisa menangkap jenderal kita dan memenjarakannya selama satu pekan, padahal belum dihadirkan di pengadilan," seru seorang pengunjuk rasa, Denis Ouma. "Kami mendesak Miguna Miguna dibebaskan," lanjut dia.

 


(WIL)