Kasus Korupsi, PM Israel Diperiksa untuk Kali Ketujuh

Willy Haryono    •    Jumat, 15 Dec 2017 17:13 WIB
israel
Kasus Korupsi, PM Israel Diperiksa untuk Kali Ketujuh
PM Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers bersama Uni Eropa di Brussels, Belgia, 11 Desember 2017. (Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND)

Tel Aviv: Tim investigasi kasus korupsi memeriksa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di kediamannya di Yerusalem, Jumat 15 Desember 2017. Ini merupakan pemeriksaan ketujuh terhadap Netanyahu dalam penyelidikan korupsi sepanjang tahun ini. 

Sebuah stasiun radio dan dua saluran televisi swasta Rusia mengatakan tim investigasi tiba di rumah PM Netanyahu sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Sesuai kebijakan negara, kepolisian Israel tidak akan berkomentar hingga pemeriksaan selesai dilakukan.

Pemeriksaan ini meliputi dugaan PM Netanyahu telah menerima sejumlah hadiah mewah, termasuk dari pebisnis Israel dan produser Hollywood Arnon Milchan serta pengusaha sukses James Packer asal Australia. 

"Ini kemungkinan adalah interogasi terakhir baginya dalam kasus penerimaan hadiah," ungkap sebuah stasiun radio Rusia, seperti dilansir AFP.

"Setelah itu, polisi berniat menyelesaikan kasus ini dalam waktu singkat," lanjutnya. 

Surat kabar Maariv melaporkan tim detektif meyakini mereka memiliki cukup bukti untuk menyerahkan kasus ini ke kejaksaan negeri. 

"Polisi masih menentukan apakah akan melabeli Netanyahu atas pelanggaran menerima suap atau mendapatkan keuntungan," lapor Maariv. PM Netanyahu pertama kali diperiksa dalam kasus ini pada 2 Januari. 

Setelah ini selesai, tim investigasi diyakini akan melanjutkan ke kasus kedua, di mana Netanyahu dicurigai menjalin kerja sama rahasia dengan surat kabar Yediot Aharonot. Kerja sama ini diyakini dapat menguntungkan Netanyahu terkait pemberitaan mengenai dirinya di media, dan sebagai gantinya, sang PM diminta menangani rival Yediot, Israel Hayom. 

PM Netanyahu berulang kaki membantah semua yang dituduhkan. Ia meyakini dirinya telah menjadi target dari kampanye hitam sejumlah rival politiknya.


(WIL)