Palestina Ingatkan Trump soal Wacana Status Yerusalem

Willy Haryono    •    Senin, 04 Dec 2017 09:48 WIB
israel palestinadonald trumppalestina israel
Palestina Ingatkan Trump soal Wacana Status Yerusalem
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)

Ramallah: Perwakilan Palestina mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rumor dirinya akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota dari Israel. 

Penasihat dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Mahmoud Habash, menegaskan jika Trump pada akhirnya melakukan hal tersebut, maka akan berujung pada "hancurnya proses dialog damai dengan Israel."

"Dunia harus membayar mahal atas segala perubahan yang terjadi nantinya," lanjut dia, seperti dikutip Morning Star, Senin 4 Desember 2017. 

Sejak lama AS telah menerapkan kebijakan dalam mengakui Tel Aviv sebagai ibu kota dari Israel. Ini dikarenakan Palestina masih berharap Yerusalem Timur yang kini diduduki Israel dapat menjadi ibu kota mereka di masa mendatang. 

Hal tersebut terkait dengan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik berkepanjangan Israel-Palestina. yang didukung mayoritas negara dunia. Solusi dua negara didukung mayoritas negara dunia.

Sejumlah pejabat di Washington mengatakan bahwa Trump mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya memenuhi janji kampanye, yakni memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Sementara itu kelompok Hamas di Jalur Gaza meminta semua warga Palestina untuk "menghidupkan kembali intifada jika keputusan terhadap Yerusalem tersebut diadopsi." Intifada adalah istilah gerakan perlawanan Palestina terhadap Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang dimulai pada 1987.

Organisasi Pembebasan Palestina atau PLO juga mengimbau Washington untuk tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Ia menyebut semua Kedubes AS di negara-negara Arab berpotensi dilanda kemarahan warga jika Trump jadi melakukan langkah kontroversial tersebut.


(WIL)