Kondisi Presiden Nigeria Masih Terus Menjadi Misteri

Fajar Nugraha    •    Rabu, 12 Jul 2017 19:09 WIB
nigeria
Kondisi Presiden Nigeria Masih Terus Menjadi Misteri
Presiden Muhammadi Buhari, sejak 7 Mei menjalani perawatan medis. (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Abuja: Wakil presiden Nigeria, Yemi Osinbajo, yang berperan sebagai kepala pemerintahan sementara, berada di London, Inggris untuk bertemu Presiden Muhammadi Buhari. Sejak 7 Mei, Buhari menjalani perawatan medis.
 
Tidak ada tanggal yang ditentukan oleh pemimpin berusia 74 tahun ini untuk kembali, dan ia juga tidak terlihat berada pada foto resmi manapun selama ketidakhadirannya. Sementara pertanyaan tentang kondisi Buhari tidak pernah terjawab.
 
"Bertindak sebagai presiden, Osinbajo bertemu dengan Presiden Buhari di London hari ini," ucap juru bicara Wakil Presiden, Laolu Akande, yang ditulis di Twitter dan dikutip AFP, pada Rabu 12 Juli 2017.
 
Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan, meskipun Akande mengatakan bahwa wakil presiden diharapkan kembali ke Abuja setelahnya.
 
Ketidakhadiran Buhari yang berkepanjangan terjadi karena negara tersebut, menghadapi resesi ekonomi yang menyebabkan terjadinya lonjakan inflasi dan matinya investasi.
 
Pemerintah menyangkal bahwa presiden tersebut sakit parah atau bahkan meninggal dunia. Namun bagi banyak warga Nigeria, insiden ini telah membuat janji Buhari dalam menciptakan keterbukaan dan pertanggungjawaban pemerintah untuk menjadi lebih baik ini diragukan.
 
Istri Buhari, Aisha, pergi ke London minggu lalu bersama dengan suaminya sebagai kunjungan keduanya dalam dua bulan terakhir.
 
Mantan penguasa militer tahun 1980an ini, memiliki spekulasi yang mantap tentang kesehatannya, bahkan sebelum kemenangannya dalam pemilihan di tahun 2015 yang membawanya pada puncak kekuasaan.
 
Selama berkampanye, partai yang berkuasa saat itu mengklaim bahwa ia mengalami sakit parah, yakni kanker prostat. Bahkan partai tersebut mengeluarkan iklan yang menyindir bahwa ia akan meninggal dunia di kantor. Buhari menolak klaim tersebut sebagai klaim yang tidak berdasar.
 
Ia pertama kali mencari perawatan di London pada bulan Juni tahun lalu karena infeksi telinga dalam yang terus menerus, seperti apa yang dikatakan oleh ajudannya. Enam bulan selanjutnya, ia kembali untuk pemeriksaan lanjutan yang kemudian dikatakan sebagai 'pengobatan dalam periode yang panjang'.
 
Saat kembali ke Abuja, pada bulan Maret, Buhari mengaku bahwa ia belum pernah sakit sebelumnya. Kesehatan pemimpin Nigeria memang sering menjadi masalah.
 
Pada tahun 2010, berbulan-bulan lamanya Nigeria terjerumus dalam kekacauan politik, setelah Presiden Umaru Musa Yar'Adua meninggal di kantor usai menjalani perawatan di luar negeri selama beberapa bulan. (Lidya Suzana).



(FJR)