Halau Teroris, Tunisia Bangun Tembok Pasir di Perbatasan dengan Libya

Fajar Nugraha    •    Kamis, 09 Jul 2015 11:27 WIB
tunisia
Halau Teroris, Tunisia Bangun Tembok Pasir di Perbatasan dengan Libya
Polisi Tunisia patroli di lokasi wisata (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tunis: Demi menghadang pergerakan teroris masuk ke wilayah negaranya, Pemerintah Tunisia membangun tembok pasir. Tembok itu dibangun di perbatasan dengan Libya.

Langkah pencegahan ini dilakukan menyusul serangan teror yang menewaskan 38 wisatawan di wilayah wisata Sousse pada 26 Juni 2015 lalu.

"Angkatan Darat Tunisia akan membangun tembok sepanjang 160 kilometer di sepanjang perbatasan negara dengan Libya, dengan parit di sebelahnya," ucap Perdana Menteri Tunisia Habis Essid, seperti dikutip VOA Indonesia, Kamis (9/7/2015).

"Dinding dari pasir akan dibuat dan akan selesai pada akhir tahun ini. Kamera-kamera keamanan dan pos-pos pengawasan akan dipasang pada jarak-jarak tertentu," sebutnya.

Essid menambahkan alasan dibangunnya tembok dipicu kekhawatiran bahwa komplotan dari luar bertindak untuk melakukan tindakan terorisme dan pembunuhan massal lebih lanjut. Kelompok-kelompok bermaksud untuk menimbulkan ketidakstabilan dan menjatuhkan semangat Tunisia.

Pelaku terorisme 26 Juni 2015 lalu, Seifeddine Rezgui menurut laporan berlatih bersama militan Islam di Libya sebelum melakukan serangan berdarah di Hotel Imperial Marhabadi kota wisata Sousse.

Para pejabat Tunisia mengatakan merosotnya pariwisata akibat serangan itu akan merugikan negara hampir 500 juta dolar, pada tahun ini saja. Tidak hanya Tunisia, Mesir pun sedang menghadapi masalah yang sama setelah terjadi sejumlah serangan dahsyat di negara itu.

Khattar Abou Diab dari Universitas Paris mengatakan kepada VOA, bahwa menurutnya pembangunan tembok itu akan cukup untuk menyelesaikan masalah keamanan Tunisia, dan bahwa langkah itu juga bisa menimbulkan akibat yang merugikan.

"Dengan adanya tempat perlindungan terorisme di berbagai tempat, banyak orang berpendapat mereka bisa menjaga keamanan mereka dengan membangun rintangan, seperti yang dilakukan Israel di wilayah-wilayah Palestina atau yang dilakukan Eropa di wilayah Laut Tengah," sebut Abou Diab.
"Tetapi, tindakan pencegahan semacam itu akan sulit dilaksanakan, karena panjangnya perbatasan dan garis pantai bersama," imbuh Diab.

Abou Diab juga menekankan bahwa Tunisia dan Libya melakukan banyak perdagangan pasar gelap di sepanjang perbatasan dan bahwa membangun tembok akan mempunyai pengaruh merugikan bagi perekonomian kedua negara.


(FJR)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

6 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA