Pemberontak Suriah Bergerak ke Markas ISIS di Dabiq

Willy Haryono    •    Minggu, 16 Oct 2016 09:00 WIB
isis
Pemberontak Suriah Bergerak ke Markas ISIS di Dabiq
Pemberontak Suriah yang didukung Turki bergerak ke kota Dabiq, 15 Oktober 2016. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Istanbul: Pemberontak Suriah yang didukung Turki bergerak ke Dabiq, sebuah markas simbolik bagi kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Pergerakan pemberontak ke Dabiq dilakukan usai dialog damai konflik Suriah di Laussane, Swiss. Belum ada pernyataan resmi usai dialog berlangsung, namun kubu Amerika Serikat dan Rusia menyebut adanya beberapa "ide" yang bermunculan. 

Sejak gencatan senjata di Suriah runtuh bulan lalu, pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Rusia mengintensifkan pengeboman di Aleppo. Sejumlah grup relawan menyebut gencatan senjata dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan darurat dan mengevakuasi warga sipil dari Aleppo. 

Seperti dikutip BBC, Sabtu (15/10/2016), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengonfirmasi pemberontak yang didukungnya sudah bergerak ke Dabiq, yang terletak sekitar 10 kilometer dari perbatasan Turki. 

Sejak beberapa hari terakhir, pemberontak telah mendekati Dabiq dan menguasai beberapa desa di sekitarnya. 

Dabiq dianggap penting karena ISIS meyakininya sebagai lokasi pertempuran terakhir melawan musuh. ISIS juga menamai majalahnya dengan nama kota tersebut. 

Operasi merebut Dabiq adalah bagian dari kampanye besar pemberontak yang didukung Turki sejak akhir Agustus. Pemberontak mencoba mengusir ISIS dan militan Kurdi dari area sepanjang perbatasan Turki-Suriah. Sejak operasi dimulai, pemberontak telah merebut kota Jarablus dan al-Rai.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS dan Menlu Rusia Sergei Lavrov telah menemui delegasi dari Turki, Arab Saudi, Iran, Mesir, Irak, Yordania dan Qatar di Laussane. Mereka membicarakan menerapkan gencatan senjata baru di SUriah. 

Kubu AS dan Suriah sama-sama tidak mengharapkan terobosan dalam dialog terbaru. Kerry dan Lavrov telah bertemu selama 40 menit sebelum delegasi lainnya datang. Belum ada pernyataan resmi usai pertemuan, namun Lavrov mengatakan para peserta dialog sepakat untuk terus berkomunikasi.


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA