Iran Tegaskan AS akan Menyesal Jika Langgar Kesepakatan Nuklir

Arpan Rahman    •    Senin, 09 Apr 2018 16:32 WIB
nuklir iranas-iran
Iran Tegaskan AS akan Menyesal Jika Langgar Kesepakatan Nuklir
Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)

Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menyesal jika berani melanggar kesepakatan nuklir. Ia menegaskan Iran akan merespons dalam waktu "kurang dari sepekan" jika hal itu terjadi.

"Kami tidak akan menjadi yang pertama melanggar perjanjian itu. Tapi mereka pasti harus tahu bahwa mereka akan menyesal jika berani melanggarnya," kata Rouhani dalam konferensi di Hari Teknologi Nuklir Nasional di Teheran.

"Kami jauh lebih siap daripada yang mereka pikirkan, dan mereka akan melihat bahwa jika mereka melanggar kesepakatan ini, dalam sepekan, atau kurang dari sepekan, mereka akan melihat hasilnya," tegasnya, seperti disitir Channel News Asia, Senin 9 April 2018.

Presiden AS Donald Trump sudah mengancam akan meninggalkan kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi kepada Iran pada 12 Mei, kecuali jika aturan baru yang lebih keras diberlakukan kepada program nuklir dan rudal Teheran.

Rouhani menepis ancaman Trump dan berkata, "sudah 15 bulan sejak pria yang berkuasa di Amerika ini membuat banyak klaim. Terjadi pasang surut dalam pernyataan dan perilakunya."

"(Tapi) dasar-dasar JCPOA (kesepakatan nuklir) telah begitu kuat, walau berada dalam tekanan selama 15 bulan, strukturnya tetap solid," sindir Rouhani.

Sejumlah mitra lain dalam JCPOA -- Inggris, Prancis, Jerman, Tiongkok, Rusia, dan Uni Eropa -- sepakat bahwa Iran telah berkomitmen terhadap perjanjian tersebut. Asosiasi Energi Atom Internasional (IAEA) yang ditugaskan memeriksa kepatuhan Iran juga berpendapat sama.


(WIL)