Protes Menuntut Perbaikan Hidup Tewaskan 12 Orang di Irak

Fajar Nugraha    •    Jumat, 07 Sep 2018 14:26 WIB
irak
Protes Menuntut Perbaikan Hidup Tewaskan 12 Orang di Irak
Seorang warga Basra di Irak yang melihat bangunan yang terbakar imbas dari aksi protes (Foto: AFP).

Basra: Protes menuntut kehidupan yang lebih baik bagi warga Irak, berujung dengan bentrokan pihak keamanan. 12 orang dilaporkan dalam protes yang sudah berjalan empat hari di Basra ini.
 
Demonstrasi, yang sebenarnya dimulai pada Juli, pada awalnya telah mereda. Hingga ketika intrusi air laut ke pasokan air dilaporkan membuat sakit hingga 30.000 orang yang mencari bantuan medis.
 
Ribuan orang berkumpul di jalanan pada Kamis 6 September mereka memprotes sikap pemerintah yang tidak bisa memberikan layanan yang baik untuk warga. Protes dilaporkan juga terjadi di Provinsi Muthanna.
 
Ulama Muqtada al-Sadr menyerukan sesi parlemen khusus untuk mengatasi situasi, tetapi parlemen tidak dijadwalkan untuk bertemu sebelum 15 September. Janji-janji dari parlemen sebelumnya pun telah dilanggar.

Akibat protes ini, pemerintah pun menerapkan jam malam di Basra. Sementara jumlah korban tewas akibat protes pun masih simpang siur dengan korban terluka mencapai 46 orang.
 
Di saat Basra diterapkan jam malam, tiga mortir justru menghantam zona hijau di Baghdad pada Jumat 7 September pagi. Tidak diketahui siapa pelaku serangan ini.
 
"Serangan langka oleh penyerang tak dikenal di zona hijau yang dijaga ketat. Wilayah itu menjadi lokasi pusat pejabat Pemerintah Irak dan Kedutaan Besar AS," ujar pihak keamanan Baghdad, seperti dikutip AFP, Jumat 7 September 2018.
 
"Tidak ada korban ataupun kerusakan dalam serangan mortir itu," imbuhnya.
 
Apa yang terjadi di Basra menunjukkan sebuah ironi. Meskipun menjadi wilayah sumber minyak Irak yang signifikan, penduduk provinsi ini tidak merasakan dampak dari kekayaan sumber daya alam itu.
(FJR)


Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi
Kematian Jamal Khashoggi

Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

49 minutes Ago

Senat meminta Trump untuk memastikan apakah Pangeran Mohammed terlibat atau tidak dalam kasus…

BERITA LAINNYA