37 Tewas dalam Tabrakan Kereta, Presiden Mesir Perintahkan Penyelidikan

Arpan Rahman    •    Sabtu, 12 Aug 2017 10:13 WIB
tabrakan kereta
37 Tewas dalam Tabrakan Kereta, Presiden Mesir Perintahkan Penyelidikan
Kereta yang bertabrakan di Mesir (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Kairo: Sedikitnya 37 orang tewas saat dua kereta bertabrakan, pada Jumat 11 Agustus 2017, di luar kota Alexandria, Mediterania. Ini satu insiden paling mematikan dalam serangkaian kecelakaan di Mesir.
 
"Kecelakaan itu juga melukai 123 orang," kata Kementerian Kesehatan Mesir, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Sabtu 12 Agustus 2017.
 
Tayangan pada stasiun penyiaran negara menunjukkan bahwa satu kereta api sebagian jatuh dalam kecelakaan, dan petugas medis terlihat memindahkan para korban tewas dan luka ke ambulans.


(Baca: Insiden Tabrakan Kereta di Kairo, 36 Orang Tewas).
 
Para pejabat kementerian transportasi, yang dikutip di televisi pemerintah, mengatakan bahwa kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh kerusakan pada sebuah kereta api yang menyebabkannya macet di rel.
 
Kereta lain lalu menabraknya
 
Satu kereta berangkat dari Kairo ke kota utara Alexandria dan yang lainnya dari kota pelabuhan Port Said, sebelah timur ibu kota, ke Alexandria.
 
Para korban yang meninggal dan terluka pada awalnya ditempatkan di atas selimut di lapangan di samping jalur yang melintasi tanah pertanian di pinggiran kota.
 
Kementerian Kesehatan mengatakan, 75 ambulans telah dikirim buat mengobati korban dan bahwa semua rumah sakit di Alexandria sudah diberi kewaspadaan tinggi.
 
Asisten menteri kesehatan Sharif Wadi mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa sebagian besar korban luka telah dipindahkan ke rumah sakit.
 
Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memerintahkan penyelidikan untuk "meminta pertanggungjawaban" mereka yang bertanggung jawab atas bencana tersebut, mengutip kantornya.
 
Inilah kecelakaan kereta api paling mematikan di negara Afrika Utara itu sejak sebuah kereta menabrak bus yang membawa anak-anak sekolah pada November 2012, menewaskan 47 orang.
 
Kecelakaan itu sudah mengguncang pemerintah yang menugaskan penyelidikan dan memecat menteri transportasi dan kepala otoritas perkeretaapian. Kecelakaan tersebut disalahkan pada operator sinyal kereta yang tertidur di tempat kerja.


Gerbong kereta yang hancur akibat tabrakan (Foto: AFP).
 
Rangkaian kecelakaan
 
Penyelidikan tidak mencegah kecelakaan lebih lanjut. Beberapa bulan kemudian, sebuah kereta yang membawa tentara militer terguling, menewaskan 17 orang.
 
Sekitar setahun kemudian, sebuah tabrakan antara kereta api dan sebuah bus menewaskan 27 orang di sebelah selatan ibu kota.
 
Mereka baru kembali dari acara pernikahan saat kereta menabrak bus mereka dan sebuah truk di persimpangan kereta api.
 
Para warga Mesir sudah lama mengeluh bahwa pemerintah telah gagal menangani masalah transportasi kronis, dengan jalan-jalan yang kurang terjaga sebagai jalur kereta api.
 
Banyak kecelakaan fatal lainnya di jaringan kereta api yang sibuk.
 
Pada Juli 2008, setidaknya 44 korban meninggal di dekat Marsa Matruh di barat laut Mesir ketika sebuah truk pelarian meluncur ke dalam bis, truk, dan beberapa mobil menunggu di persimpangan, kendaraan langsir ke jalur kereta.
 
Pada Agustus 2006, setidaknya 58 orang Mesir tewas dan 144 terluka dalam tabrakan antara dua kereta yang berlintasan di jalur yang sama.
 
Usai kecelakaan itu, sebuah pengadilan menjatuhkan 14 pegawai kereta api ke penjara satu tahun karena pengabaian.
 
Kecelakaan paling mematikan di jalur kereta api Mesir terjadi pada 2002 ketika 373 orang meninggal saat sebuah kebakaran ditabrak sebuah kereta yang penuh penumpang di selatan ibu kota.

(FJR)