OPCW: Gas Sarin Ditemukan dalam Serangan Senjata Kimia Suriah

Fajar Nugraha    •    Kamis, 20 Apr 2017 16:49 WIB
krisis suriah
OPCW: Gas Sarin Ditemukan dalam Serangan Senjata Kimia Suriah
Korban serangan senjata kimia Suriah dirawat di Turki (Foto: Anatolia).

Metrotvnews.com, London: Organisasi pengawas senjata kimia bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OPWC menyebutkan menemukan sarin ditemukan dalam serangan senjata kimia di Suriah pada 4 April.
 
Direktur Jenderal Ahmet Uzumcu mengatakan kepada Reuters, bahwa berdasarkan analisa terindikasi bahwa gas sarin atau zat seperti sarin telah digunakan.
 
Temuan itu didasarkan atas pengujian atas sampel biomedis yang dikumpulkan dari tiga korban penyerangan senjata kimia. Sampel itu diambil saat autopsi yang kemudian diperiksa di dua laboratorium OPCW.
 
"Sampel biomedis dari tujuh orang yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit (juga) mengindikasikan korban terpapar sarin atau zat seperti sarin," sebut pernyataan Uzumcu, seperti dikutip Reuters, Kamis 20 April 2017.
 
Dugaan kejadian serangan senjata kimia ini terjadi di Kota Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib. 87 orang dilaporkan tewas, termasuk anak-anak dan perempuan.
 
Foto dan rekaman video korban serangan senjata kimia yang beredar memicu kecaman dari dunia internasional. Pada akhirnya Amerika Serikat (AS) melancarkan tindakan unilateral ke Suriah dengan mengincar pangkalan udara militer Suriah.
 
Sementara Presiden Suriah Bashar Al-Assad menyebut bahwa tuduhan serangan senjata kimia itu dibuat-buat, agar AS bisa melancarkan serangan ke pasukan Suriah.
 
Pada Rabu 19 April Prancis mengatakan memiliki bukti bahwa pemerintahan Assad menggunakan senjata kimia dalam serangan di Khan Sheikhoun. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan akan menyerahkan bukti tersebut dalam waktu beberapa hari ke depan.
 
"Tengah dilakukan penyelidikan oleh intelijen Prancis dan intelijen militer, butuh waktu beberapa hari dan kami akan segera memberikan bukti bahwa Assad melakukan serangan (senjata kimia) ini," tegas Ayrault.
 
Menlu Ayrault mengatakan bahwa eleman ini bisa menunjukkan bahwa pemerintahan Assad benar-benar menggunakan senjata kimia.



(FJR)