Arab Saudi Tolak Peran Assad dalam Transisi Suriah

Willy Haryono    •    Senin, 07 Aug 2017 17:19 WIB
krisis suriah
Arab Saudi Tolak Peran Assad dalam Transisi Suriah
Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir . (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Riyadh: Arab Saudi mengaku masih mendukung perjanjian internasional mengenai masa depan Suriah, namun menegaskan Presiden Bashar al-Assad tidak boleh memainkan peran apapun dalam transisi menuju perdamaian. 

Menurut beberapa laporan media, termasuk Russia Today versi Bahasa Arab, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir telah menyampaikan kepada Komite Negosiasi Tinggi Suriah (HNC) bahwa Riyadh mempertimbangkan transisi fase pertama, di mana Assad masih akan tetap berkuasa. 

Namun pernyataan dari kantor berita nasional Arab Saudi, Saudi Press Agency , menegaskan bahwa laporan itu "tidak akurat." HNC juga membantahnya.

"Posisi kerajaan (Arab Saudi) dalam krisis ini sudah kokoh, dan itu didasarkan komunike Geneva 1 dan resolusi DK PBB 2254 yang menyebutkan formulasi badan transisi yang akan menjalankan pemerintahan (Suriah)," ungkap pernyataan Arab Saudi di SPA, Senin 7 Agustus 2017.

Perjanjian internasional juga menyerukan pemilihan umum di Suriah tanpa ada campur tangan apapun dari Assad serta desakan membentuk konstitusi baru,

Riyadh mengungkapkan dukungannya kepada HNC, dan akan menambah jumlah keanggotaan komite tersebut serta menyatukan seluruh oposisi Suriah. 

Juli lalu, putaran terakhir negosiasi damai berakhir di Jenewa. Utusan Suriah untuk PBB menyebut adanya "perkembangan bertahap" dalam pertemuan. 

HNC sejak lama bersikukuh bahwa transisi politik menuju perdamaian di Suriah baru dapat terwujud jika Assad sudah tidak berkuasa. 

Dialog damai konflik Suriah di Jenewa berjalan secara beriringan dengan pertemuan serupa di Astana, yang dijalankan Rusia, Iran dan Turki. 

Pada Mei, ketiga negara itu sepakat mendirikan empat zona deeskalasi di beberapa area di Suriah. Zona tersebut dianggap sebagai terobosan dalam menciptakan situasi kondusif di Suriah.

Namun HNC mengkritik zona tersebut, yang dinilai mereka sebagai upaya memecah banyak area di Suriah.


(WIL)