Serangan Koalisi di Markas ISIS Tewaskan 38 Orang

Willy Haryono    •    Rabu, 14 Nov 2018 10:56 WIB
krisis suriahsuriah membarakonflik suriah
Serangan Koalisi di Markas ISIS Tewaskan 38 Orang
Pesawat F-22 Raptor buatan AS. (Foto: AFP)

Deir Ezzor: Serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menewaskan 38 orang di wilayah kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah timur yang berbatasan dengan Irak. Kabar disampaikan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), Selasa 13 November 2018.

SOHR melaporkan, dari total 38 korban tewas, 32 di antaranya adalah anggota keluarga militan ISIS. Sebanyak 13 dari mereka adalah anak-anak.

"Gempuran melanda beberapa rumah (militan) ISIS di Al-Shaafa," ucap Kepala SOHR Rami Abdel Rahman, seperti disitir dari media AFP. Jasad para korban sempat tidak dapat dipindahkan karena terhalang serangan udara.

Juru bicara koalisi AS belum merespons permintaan untuk berkomentar terkait serangan di Al-Shaafa. Namun sebelumnya koalisi berjanji akan menginvestigasi setiap serangan yang diklaim menewaskan korban jiwa dari kalangan warga sipil.

Koalisi AS selama ini mendukung pergerakan aliansi Kurdi yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF). AS menilai SDF memegang peran krusial dalam perang melawan ISIS di Suriah.

Bulan lalu, SDF sempat menghentikan operasi karena Turki terus menyerang posisi milisi Kurdi di sepanjang perbatasan utara Suriah. Namun SDF melanjutkan operasi usai "koordinasi intensif" dengan koalisi AS.

ISIS menguasai banyak wilayah di Suriah dan Irak pada 2014. Kala itu, ISIS mendeklarasikan kekhilafahan di kedua negara. 

Namun dalam setahun terakhir, ISIS kehilangan hampir seluruh wilayah di Suriah dan Irak di tengah operasi intensif koalisi AS dan pasukan lokal kedua negara. Di Suriah, ISIS kini hanya beroperasi di beberapa bagian di gurun pasir Badia dan sebagian Deir Ezzor.

Perang di Suriah telah menewaskan lebih dari 360 ribu orang sejak dimulai pada 2011. Konflik berdarah ini berawal dari gelombang unjuk rasa anti-pemerintah.


(WIL)