Pertemuan Diperpanjang, Oposisi Suriah Temui Pihak Perunding Perdamaian

Arpan Rahman    •    Rabu, 15 Mar 2017 17:32 WIB
krisis suriah
Pertemuan Diperpanjang, Oposisi Suriah Temui Pihak Perunding Perdamaian
Anggota pemberontak Suriah yang berperang melawan pasukan pemerintah (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Astana: Pembicaraan damai Suriah di Astana diperpanjang untuk satu hari lagi. Perwakilan dari oposisi bersenjata Suriah akan bertemu dengan para pakar dari negara-negara penjamin gencatan senjata Suriah. 
 
"Malam ini, kami mengharapkan kedatangan wakil dari front Utara dan Selatan, yang akan mengadakan konsultasi dengan para pakar dari negara-negara penjamin besok pagi untuk membahas gencatan senjata," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Kazakhstan Anuar Zhainakov, seperti dikutip Al Manar TV Lebanon, Rabu 15 Maret 2017.
 
Jubir itu menambahkan, tidak ada informasi mengenai partisipasi kepala delegasi negara-negara penjamin dalam konsultasi. Namun dia  menekankan bahwa para pakar "pasti" ambil bagian dalam pertemuan tersebut, serta perwakilan dari dua front.
 
Belum ada informasi mengenai dokumen final, kata jubir Kemenlu Kazakhstan. "Kita sekarang membahas dokumen yang sudah disebutkan, saya tidak bisa mengatakan apa-apa mengenai dokumen final," kata Zhainakov.
 
Para pihak dalam pembicaraan tentang Suriah di Astana akan membuat pernyataan pers bersama pada pukul 14:00 waktu setempat, imbuh Zhainakov.
 
"Pernyataan pers bersama diikuti kepala delegasi Rusia, Iran, dan Turki, serta Menlu Kazakhstan Kairat Abdrakhmanov," katanya.
 
Delegasi Rusia dipimpin oleh utusan khusus untuk Suriah, Alexander Lavrentiev. Iran diwakili Wakil Menlu Urusan Arab dan Afrika Hossein Jaberi Ansari, sementara Turki diwakili oleh Wakil Deputi Kemenlu Sedat Onal.
 
Putaran ketiga pembicaraan tentang penyelesaian konflik Suriah di ibu kota Kazakhstan resmi dimulai pada Selasa 14 Maret.


Proses perundingan perdamaian Suriah (Foto: AFP).

 
Oposisi bersenjata akan Hadir
 
Sebelumnya, Direktur Jenderal Asia dan Afrika Kemenlu Kazakhstan, Aidarbek Tumatov, berkata kepada Sputnik bahwa pembicaraan putaran ketiga sedang diperpanjang untuk satu hari di tengah kedatangan oposisi bersenjata Suriah.
 
Kantor berita Rusia itu mengatakan bahwa peserta pembicaraan diharapkan mendiskusikan perbedaan antara teroris dan kelompok bersenjata.
 
"Besok, pada tanggal 16, pembicaraan akan dilanjutkan dengan aspek militer disertakan, yang, saya pikir, ini penting, mengingat sejumlah isu mengenai lokasi kelompok teroris, termasuk ISIS dan kelompok Nusra Front Takfiri dan lokasi oposisi moderat diharapkan akan dibahas," kata Tumatov.
 
"Setelah semua itu, para wakil oposisi akan tiba di Astana. Malam ini, tujuh perwakilan dari front Utara dan Selatan akan datang mengadakan pembicaraan, terutama ditujukan untuk aspek militer," kata Tumatov.

(FJR)