Kekerasan Etnis di DR Kongo Tewaskan 34 Warga Sipil

Willy Haryono    •    Senin, 28 Nov 2016 15:04 WIB
konflik kongo
Kekerasan Etnis di DR Kongo Tewaskan 34 Warga Sipil
Pasukan penjaga perdamaian PBB di DR Kongo. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kinshasa: Sedikitnya 34 warga sipil tewas dalam kekerasan etnis di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DR Kongo), Minggu 27 November. 

"Korban tewas sejauh ini 34 warga sipil," ujar seorang pejabat lokal Joy Bokele, merujuk pada sebuah serangan yang dilancarkan milisi etnis Nande ke desa Hutu. 

"Mereka memulai aksi dengan menyerang FARDC (militer DR Kongo). Selagi menyerang FARDC, grup lain membunuh warga sipil dengan senjata tajam dan peluru," sambung dia, seperti dilansir AFP.  

Bokele menambahkan serangan dilancarkan Mai-Mai Mazembe, sebuah milisi Nande. Salah satu anggota Mai-Mai Mazembe tewas dalam bentrokan di Hutu. 

Masyarakat Nande dengan Hutu telah lama bersitegang, yang dipicu perebutan daerah kekuasaan kaya mineral sejak dua dekade terakhir.

Nande menuduh Hutu telah bekerja sama dengan grup pemberontak FDLR Rwanda. Sementara Hutu mengaku hanya mencari lahan untuk dapat bercocok tanam, dan menuding Nande berusaha mengusir mereka. 

Aksi kekerasan terbaru di DR Kongo adalah yang terburuk dalam setahun terakhir. Puluhan orang tewas sejak pertempuran antara Nande dan Hutu dimulai awal 2016. 

"Jika militer tidak ikut terlibat, akan ada lebih banyak korban jiwa," kata seorang sumber di pemerintahan.

Grup hak asasi manusia lokal CEPADHO mengatakan milisi Nande berusaha mencari sekelompok orang Hutu, dan kemudian berbuat kekacauan dan membakar keseluruhan desa. 

Misi PBB di DR Kongo (MONUSCO) menyebut pasukan penjaga perdamaian di wilayah kejadian mendengar suara tembakan dan "langsung bergerak serta meredam serangan" dengan membunuh satu penyerang. 

CEPADHO meminta pemerintah DR Kongo dan MONUSCO untuk segera mengambil langkah tegas untuk menghindari kekerasan lanjutan.


(WIL)