Ditolak Masuk ke Yordania, 75.000 Pengungsi Suriah Terlantar

Sonya Michaella    •    Jumat, 16 Sep 2016 09:50 WIB
krisis suriah
Ditolak Masuk ke Yordania, 75.000 Pengungsi Suriah Terlantar
Pengungsi asal Suriah yang terlantar di gurun karena gagal masuki Yordania (Foto: AP)

Metrotvnews.com, Amman: Sekitar 75.000 pengungsi asal Suriah telantar di gurun, setelah pemerintah Yordania menutup akses masuk ke negara mereka.

Para pengungsi ini terancam kelaparan dan terjangkit penyakit karena bantuan pun sulit diberikan.

Menurut laporan Amnesty International, 75.000 pengungsi tersebut terlantar di kamp pengungsi al-Rukban atau yang disebut juga berm, wilayah gurun sepanjang perbatasan timur laut Yordania dengan Suriah. 

Raja Yordania Abdullah II menolak membuka pintu perbatasan Rukban karena khawatir para ekstremis akan masuk bersama dengan pengungsi.

"Walau dengan semua kesulitan, Yordania akan membantu para pengungsi. Tapi dengan catatan tidak mempertaruhkan nyawa warga Yordania dan keselamatan mereka," kata Raja Abdullah, seperti dikutip CNN, Jumat (16/9/2016).

Amnesty menampilkan tayangan dari satelit yang menunjukkan kamp-kamp pengungsi di perbatasan. Tahun lalu, hanya ada 368 kamp, sementara bulan ini diketahui ada 8.295 kamp.

Yordania menyatakan perbatasan Rukban adalah "zona militer tertutup" sejak Juni lalu setelah pengebom bunuh diri dari ISIS menewaskan tujuh tentara di kamp pengungsi yang menampung lebih dari 100 ribu warga Suriah.

Dalam tayangan satelit yang diterima Amnesty dari lembaga dewan suku yang mengurusi kehidupan para pengungsi di Rukban, terlihat jelas pekuburan tempat pengungsi dimakamkan.

Kehabisan Makanan

Para pengungsi kehabisan makanan dan obat-obatan. Aparat di Yordania menutup seluruh akses pemberian bantuan dan perawatan medis.

Sejak penutupan Rukban, pemberian makanan dilakukan dengan menggunakan crane karena pekerja kemanusiaan tidak bisa masuk ke sana.

Kebersihan dan sanitasi yang buruk, ditambah kekurangan air bersih membuat penyakit hepatitis berkembang di kamp tersebut. Kesulitan akses masuk membuat Amnesty tidak bisa menghitung jumlah pengungsi yang tewas.

"Makanan habis dan penyakit merajalela. Dalam beberapa kasus, mereka menderita atau meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, hanya karena mereka tidak bisa masuk ke Yordania dan aparat memblokir akses bantuan, perawatan medis, dan respons kemanusiaan yang berarti," sebut pernyataan Amnesty Internasional.

Yordania saat ini telah menampung lebih dari satu juta pengungsi Suriah di mana mereka lari dari konflik yang telah menewaskan 400 ribu orang dalam lima tahun terakhir. Beberapa tahun terakhir, Yordania membatasi akses masuk pengungsi dengan alasan keamanan.

Yordania adalah negara di Arab yang paling aktif di koalisi anti-ISIS dalam melancarkan serangan ke Suriah dan Irak. Selain Yordania, negara lain yang juga menampung banyak pengungsi Suriah adalah Libanon dan Turki. 


(WIL)