Bawa Barang Korut, PBB Berlakukan Larangan Berlabuh ke 4 Kapal

Sonya Michaella    •    Rabu, 11 Oct 2017 11:24 WIB
rudal korut
Bawa Barang Korut, PBB Berlakukan Larangan Berlabuh ke 4 Kapal
Kapal Petrel 8 berbendera Komoros. (Foto: Vessel Finder)

Metrotvnews.com, New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melarang kepada empat kapal untuk tidak memasuki pelabuhan di seluruh dunia karena terbukti melanggar sanksi. 

Sanksi ini berhubungan dengan sanksi dari Dewan Keamanan PBB yang dijatuhkan untuk Korea Utara (Korut).

"Ada empat kapal yang ditetapkan oleh komite. Penetapan ini bukan pembekuan aset atau larangan bepergian, tapi larangan masuk ke pelabuhan," tegas koordinator panel PBB untuk urusan sanksi Korut, Hugh Griffiths, dikutip dari AFP, Rabu 11 Oktober 2017.

Masuknya kapal hanya diperbolehkan jika terjadi keadaan darurat atau jika kapal tersebut kembali ke pelabuhan asalnya.

Menurut laporan, kapal tersebut terdiri dari Petrel 8, Hao Fan 6, Tong San 2, dan Jie Shun.

Tiga kapal pertama diketahui berbendera Comoros, Saint Kitts dan Nevis, serta Korea Utara. Sementara itu, Jie Shun tak terdaftar di situs tersebut.

Sanksi tersebut dijatuhkan setelah empat kapal itu kedapatan membawa batu bara, makanan laut, dan bijih besi, bahan ekspor yang dari Korut yang sudah dilarang PBB sejak Agustus lalu.

Bulan lalu, sanksi itu diperbarui dengan menambahkan larangan untuk tekstil dan pekerja Korut.

Sanksi itu dijatuhkan setelah Korut melakukan uji coba rudal yang melintasi wilayah Jepang. 

Seorang diplomat PBB yang enggan disebutkan namanya, mengatakan keempat kapal yang masuk daftar hitam dan empat kapal yang masih diselidiki terkait dengan perdagangan ilegal di batubara Korut.


(FJR)