Pesawat tak Berawak dari Oposisi Serang Pangkalan Udara Suriah

Fajar Nugraha    •    Rabu, 10 Jan 2018 13:09 WIB
krisis suriahkonflik suriah
Pesawat tak Berawak dari Oposisi Serang Pangkalan Udara Suriah
Pesawat tak berawak kerap digunakan dalam serangan udara (Foto: AFP).

Hmeymim: Kementerian Pertahanan Rusia memastikan bahwa 13 pesawat tak berawak diluncurkan dari daerah pemukiman Muazar yang terletak di bagian barat daya zona deeskalasi Idlib. 
 
Pesawat-pesawat itu digunakan dalam percobaan serangan terhadap dua fasilitas militer Rusia di Suriah sebelumnya. 
 
Pesawat tak berawak yang menyerang pangkalan udara Hmeymim awal bulan ini terbang keluar dari daerah di barat daya zona deeskalasi Idlib yang dikendalikan oleh oposisi moderat, surat kabar Krasnaya Zvezda, publikasi resmi Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan pada Rabu 10 Januari 2018.
 
Kemenhan Rusia melaporkan awal bulan ini bahwa 13 pesawat sudah digunakan dalam upaya serangan atas dua fasilitas militer Rusia di Suriah pada 6 Januari. Sepuluh dari mereka menargetkan pangkalan udara Hmeymim dan tiga dikirim ke pangkalan angkatan laut Tartus.
 
"Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, dipastikan bahwa peluncuran pesawat tak berawak dilakukan dari daerah pemukiman Muazar terletak di bagian barat daya zona regresi Idlib, yang dikendalikan oleh pasukan bersenjata dari apa yang disebut oposisi 'moderat'," kata pernyataan tersebut, seperti dikutip Sputnik News, Rabu 10 Januari 2018.
 
Hal yang perlu dicatat sehubungan dengan kejadian ini, Kemenhan Rusia telah mengirim surat kepada Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki, Jenderal Hulusi Akar, dan Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki, Hakan Fidan.
 
"Dokumen tersebut mengindikasikan perlunya Ankara memenuhi kewajibannya guna memastikan kepatuhan terhadap rezim gencatan senjata oleh pasukan bersenjata yang berada di bawah kendalinya dan untuk meningkatkan pengerjaan pos pengamatan di zona de-eskalasi Idlib demi mencegah serangan tersebut oleh UAV terhadap objek apapun," tambah pernyataan tersebut.
 
Pada Senin 8 Januari 2018, Kemenhan Rusia mengatakan bahwa pasukan negara tersebut sudah menguasai lebih dari enam dari 13 pesawat tak berawak, yang terlibat dalam serangan percobaan 6 Januari di Suriah. Tiga UAV diledakkan oleh pasukan Rusia di daerah yang terkendali, tiga pesawat tak berawak lainnya meledak setelah jatuh ke tanah, dan tujuh UAV lainnya dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Pantsir-S Rusia. 
 
Sementara Pentagon mengatakan bahwa perangkat dan teknologi yang digunakan untuk serangan pesawat tak berawak mudah diakses di pasar terbuka. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran Kemenhan Rusia.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

22 hours Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA