Penangkapan Orang Terkaya Kedua di Arab Saudi Picu Kepanikan Ethiopia

Fajar Nugraha    •    Kamis, 23 Nov 2017 12:58 WIB
arab saudi
Penangkapan Orang Terkaya Kedua di Arab Saudi Picu Kepanikan Ethiopia
Mohammed Hussein Al-Amoudi merupakan investor terbesar di Ethiopia (Foto: Middle East Eye).

Riyadh: Pihak berwenang Arab Saudi menahan orang terkaya kedua di Negeri Petrodolar itu. Kekayaan dari Mohammed Hussein Al-Amoudi hanya kalah dari Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Bin Talal sendiri sudah ditahan oleh Pemerintah Arab Saudi, atas tuduhan korupsi. Sementara penangkapan dari Al-Amoudi dikhawatirkan bisa berpotensi untuk menimbulkan ketidakstabilan ekonomi di Arab Saudi.

Selama ini, pria yang memengang kewarganegaraan Arab Saudi dan Ethiopia itu, menguasai hampir seluruh sektor usaha di Ethiopia. Termasuk di sektor usaha hotel, agrikultur dan astrologi.

Berdasarkan bocoran kawat diplomatik pada 2008 lalu, pria yang dikenal dengan sebutan 'The Sheikh' itu memiliki pengaruh dalam perekonomian Ethiopia yang tidak bisa diremehkan.

Dalam waktu 10 tahun terakhir, sulit untuk memperkirakan berapa nilai kekayaan dari Al-Amoudi di Ethiopia. Hingga saat ini, Ethiopia dikenal sebagai negara Afrika yang berkembang paling cepat. Seorang pengamat memperkirakan nilai investasi Al-Amoudi di Ethiopia mencapai USD3,4 miliar, yang menyumbang 4,7 persen pendapatan per kapita Ethiopia.

Sementara pengamat lain menyebutkan bahwa perusahaan yang dimiliki oleh pria berusia 71 tahun itu, memperkerjakan sekitar 100 ribu warga di Ethiopia. Angka tersebut mewakili sekitar 14 persen dari sektor swasta di negara yang berbagi wilayah dengan Somalia itu.

Berita penangkapan Al-Amoudi memenuhi surat kabar di Ethiopia sejak awal November lalu. Bahkan Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn merasa perlu melakukan konferensi pers, yang jarang sekali dia lakukan.

"Mereka semua (di Ethiopia) saat ini dalam kondisi panik," ujar pengamat dari Washington and Lee University School of Law di Virginia, Henok Gabisa, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis 23 November 2017.

PM Desalegn pada saat konferensi pers menegaskan bahwa penangkapan Al-Amoudi tidak akan mempengaruhi investasi di negaranya.

Otoritas Investasi Ethiopia pun menolak anggapan bahwa penangkapan Al-Amoudi bisa menimbulkan kekacauan di pemerintahan. "Negara ini tidak dibentuk oleh satu orang investor. Kami memiliki 100 juta warga, untuk apa bergantung pada satu investor, ini sangat lucu," ucap seorang pejabat di Otoritas Investasi Ethiopia.

Juru Bicara Al-Amoudi di Inggris, Tim Pendry turut menegaskan bahwa investasi di luar Arab Saudi dimiliki sepenuhnya oleh 'The Sheikh'. Investasi itu tidak berpengaruh dengan perubahan yang ada.

Penangkapan dari Al-Amoudi berkaitan dengan operasi 'pembersihan' yang dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman. Pangeran berusia 32 tahun terus menangkap para pangeran yang diduga terlibat korupsi.

Ditahannya Al-Amoudi bersamaan dengan penangkapan dari sembilan pangeran lainnya. Sebagian besar dari pangeran ini memegang jabatan penting di pemerintahan Arab Saudi. 


(FJR)