Sisi Tidak akan Perpanjang Masa Kepemimpinan Presiden Mesir

Willy Haryono    •    Selasa, 07 Nov 2017 18:27 WIB
politik mesir
Sisi Tidak akan Perpanjang Masa Kepemimpinan Presiden Mesir
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Paris, 25 Oktober 2017. (Foto: AFP/ERIC PIERMONT)

Metrotvnews.com, Kairo: Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan tidak akan mengubah konstitusi negara untuk memperpanjang masa kepemimpinan kepala negara. Dalam konstitusi Mesir saat ini, masa jabatan presiden adalah empat tahun dan batas kepemimpinannya dua periode. 

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Senin 6 November 2017, Sisi juga mengatakan pemilihan umum presiden akan tetap digelar pada 2018 sesuai rencana. Ia mengaku tidak akan ikut dalam pilpres 2022. 

Sejumlah pendukung Sisi, termasuk seorang anggota parlemen, menginginkan sang presiden lebih lama menjabat dengan mengubah aturan masa kepemimpinan. 

Namun Sisi mengatakan konstitusi tidak akan diganti dan pilpres berikutnya tetap digelar pada 2018.

Untuk pemilu tahun depan, Sisi tidak secara gamblang menyebut akan berpartisipasi. Namun, banyak pihak memprediksinya akan menang mudah karena tidak ada oposisi sepadan saat ini. 

"Saya tetap berpegang pada masa kepemimpinan dua periode dan tidak akan mengubahnya," tegas Sisi.

Sisi memenangkan pilpres 2014 dengan perolehan 97 persen suara. Rival satu-satunya, Hamdeen Sabahi, hanya meraih suara yang bahkan lebih sedikit dari sisa kertas suara. 

Sang presiden populer di kalangan banyak warga Mesir yang mengatakan negaranya memerlukan pemimpin tegas di tengah ketidakstabilan ekonomi.

Sejauh ini rival Sisi hanya ada satu, yakni pengacara bernama Khaled Ali, yang telah mengumumkan akan ikut pilpres 2018.


(WIL)