Trump Memuji Penguasa Arab Saudi Lakukan Pembersihan Antikorupsi

Arpan Rahman    •    Selasa, 07 Nov 2017 14:18 WIB
arab saudi
Trump Memuji Penguasa Arab Saudi Lakukan Pembersihan Antikorupsi
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, otak pembersihan antikorupsi (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Tokyo: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendukung langkah Kerajaan Arab Saudi yang memperketat cengkeraman kekuasaannya melalui pembersihan anti-korupsi. Pembersihan itu berupa menangkap pangeran, menteri, dan investor.
 
Trump, yang mengembangkan hubungan lebih hangat dengan Riyadh dari pada pendahulunya Barack Obama, mencuit, pada Senin 6 November, bahwa dia memiliki "kepercayaan besar pada Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi" setelah penangkapan massal tersebut. Langkah itu merupakan pembersihan anti-korupsi terbesar dari elit kaya kerajaan dalam sejarah modern.
 
Trump juga men-tweet bahwa "mereka tahu persis apa yang mereka lakukan," menambahkan: "Beberapa dari mereka yang diperlakuan keras telah 'memeras' negara mereka selama bertahun-tahun," seperti dinukil AFP, Selasa 7 November 2017.
 
Di antara mereka yang ditangkap adalah investor miliarder Alwaleed bin Talal, yang merupakan salah satu pengusaha kerajaan paling terkemuka.
 
 
Pembersihan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian langkah dramatis oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman demi menegaskan pengaruh Saudi secara internasional. Selain mengumpulkan lebih banyak kekuatan untuk dirinya sendiri di dalam negeri.
 
Perjalanan pertama Trump ke luar negeri sebagai presiden adalah ke Arab Saudi di mana Raja Salman memberinya salam yang sangat hangat. Hubungan AS-Saudi sudah tegang di bawah pemerintahan Obama. Mereka menganggap aliansi Riyadh dengan Washington kurang penting daripada menegosiasikan kesepakatan nuklir Iran.
 
Namun Operasi penyapuan ini disebut-sebut banyak pihak sebagai langkah terbaru dalam mengkonsolidasikan kekuasaan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, yang merupakan penasihat utama Raja Salman. 
 
Berusia 32 tahun, putra mahkota sudah menjadi suara dominan di militer Arab Saudi, kebijakan luar negeri, sosial dan ekonomi. Hal ini memicu kecemburuan beberapa anggota keluarga kerajaan yang menilai putra mahkota memiliki terlalu banyak kekuasaan di usia muda. 
 
Al Arabiya melaporkan komite antikorupsi memiliki kekuatan untuk menginvestigasi, menangkap, mencekal, dan membekukan aset siapapun yang dianggap korup.
 
Hotel Ritz Carlton di Riyadh telah dikosongkan pada Sabtu, yang memicu rumor akan digunakan sebagai tempat penahanan para pangeran. Bandara untuk pesawat pribadi telah ditutup, yang memicu spekulasi putra mahkota berusaha memblokade percobaan melarikan diri dari sejumlah orang. 

 

 
(FJR)